Ponpes Darul Hadist Kamang Agam Bantah 8 Pengikutnya Terlibat ISIS

"Delapan pengikut Ponpes itu disebut pergi ke Malaysia untuk berobat"
Ponpes Darul Hadist (Nanda)

AGAM, KLIKPOSITIF -- Pihak Pondok Pesantren Darul Hadist di Jorong Tampuniak, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam-Sumbar, membantah kabar keterlibatan delapan pengikutnya, termasuk salah seorang tenaga pengajarnya, Ridce Elfi Hendra (36) asal Matur, ke dalam kelompok ISIS.

Salah seorang pengajar, Abu Abdil Halim, sangat menyayangkan kejadian yang memembuat pengikut Ponpes dideportasi Imigrasi Singapura gara-gara ada gambar ISIS di handphone.

“Kebetulan saja ada gambar itu ada di handphone mereka,’’ ungkapnya, Rabu 11 Januari 2016.

Abdil mencontohkan, Ridce yang karib disapa Ridwan, punya banyak grup whatsapp, sehingga ia tak sadar ada gambar terlarang tersebut di handphone miliknya.

“Ia tak sadar jika gambar itu sudah ada di handphone karena banyak pesan chat masuk,’’ ungkapnya.

Kata Abdil, Ridce pergi ke Malaysia dalam rangka berobat ke Malaka karena sebelumnya ia mengalami benturan di sebuah kolam renang di Batu Sangkar yang mengakibatkan telinganya berdarah.

Ia pergi, Selasa, 3 Januari 2017 ditemani 7 orang lain dari Ponpes. Namun, tanggal 9 Januari 2017, Ridce ditahan bersama  temannya akibat memiliki gambar ISIS di handphonenya dan hingga saat ini tak bisa dikontak.

 

Dari hasil penelusuran di lapangan, Ponpes ini memiliki 40 santri dan berdiri sejak tahun 2016 silam.

Baca berita sebelumnya : Simpan Foto Bendera ISIS, 8 Pengajar Ponpes di Agam Dideportasi Imigrasi Singapura

[Hatta Rizal]