Minim Curah Hujan, 9 Hot Spot Muncul di Riau

"Titik panas Riau tersebar di empat kabupaten"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PEKANBARU, KLIKPOSITIF -- Minimnya curah hujan yang terjadi pada awal tahun 2017 di wilayah Provinsi Riau, membuat lahan menjadi kering dan mudah terbakar. Alhasil, sebanyak 9 titik panas atau hot spot kembali muncul di beberapa wilayah Riau, Rabu 11 Januari 2017.

Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Slamet Riyadi mengatakan, pada bulan Januari 2017 merupakan masa panca roba, yakni peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

"Beberapa hari terakhir curah hujan memang mengalami penurunan. Namun, peluang hujan masih tetap ada hingga Februari 2017 mendatang. Hot Spot diwaspadai pada Riau bagian Pesisir," sebutnya.

Sementara pantauan Satelit Terra dan Aqua pada Rabu 11 Januari 2017 pukul 06.00 WIB mendeteksi adanya 16 titik panas di seluruh wilayah Sumatera, 9 diantaranya ada di Riau.

Sebaran titik panas ditemukan 4 titik di Sumatera Utara (Sumut), 3 di Sumatera Barat (Sumbar) dan terbanyak ditemukan di Riau, yakni 9 titik panas.

"Titik panas Riau tersebar di empat kabupaten, yakni Kepulauan Meranti 1, Rohil 3, Siak 2 dan Rohul ada 3 titik panas," kata Slamet.

"Namun, level confidence (kepercayaan) di atas 70 persen, titik panas di Riau diyakini hanya ada 4 titik panas, yakni Rohil 2, Rohul 1 dan Siak 1," sambungnya.

Sementara kondisi cuaca di Riau pada umumnya cerah dan berawan, potensi hujan dengan intensitas ringan dan tidak merata terjadi di wilayah Riau bagian Timur, Pesisir Timur dan Selatan. "Dapat terjadi pada sore atau malam hari," pungkas Slamet.

[Syafri Ario]