Pertahankan Tradisi "Mengundang" di Mapattunggul

Tradisi mangundang di Pasaman yang diisi dengan pertandingan sepakbola.
Tradisi mangundang di Pasaman yang diisi dengan pertandingan sepakbola. (istimewa)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Tradisi "mengundang" antar kampung di Kecamatan Mapattunggul, Kabupaten Pasaman, Sumbar sudah puluhan tahun masih berlangsung hingga saat ini. Tidak banyak yang tahu memang, tapi tradisi ini mempunyai manfaat yang positif bagi kalangan muda-mudi di daerah tersebut.

Tokoh masyarakat Pasaman, H. Hasbullah Nasution menjadi salah satu orang yang sangat mengapresiasi tradisi "mengundang" tersebut. Sebab sangat banyak manfaat positifnya, salah satunya meningkatkan hubungan siraturrahmi antar kampung.

Kemudian, kegiatan olahraga yang dilaksanakan di tradisi tersebut juga menghindari berbagai penyakit masyarakat seperti, kenakalan remaja dan narkoba. "Kami berharap kepada pemuda dan pemudi tetap melestasikan tradisi ini karena sangat banyak manfaatnya," ujar Hasbullah yang ikut menyumbang Rp1 juta untuk menyukseskan acara tersebut.

Baca Juga

Tradisi "mengundang" yang digelar pada Rabu-Kamis (1-2 Februari 2017) itu mengundang pemuda-pemudi dari tiga perkampungan di Kecamatan Mapattunggul, Rao Utara Kabupaten Pasaman. Sebagai tuan rumah adalah Jorong Kubu Baru dan tamu yang diundang adalah Jorong Gonting, Jorong Marapan dan Kampung Tongah.

Bentuk kegiatan muda-mudi itu adalah pertandingan bola kaki dan bola voli kemudian pada malam harinya acara lelang singgang ayam dan nasi yang dikemas dalam bentuk hiburan.

Ketua Pemuda Kubu Baru, Nedi kepada KLIKPOSITIF menuturkan, kegiatan ini sudah menjadi tradisi puluhan tahun silam hingga saat ini masih berlangsung. Selain meningkatkan hubungan siraturahmi antar kampung juga dalam rangka mengumpulkan dana untuk organisasi pemuda. Sebab, dalam kegiatan tersebut pemuda dan pemudi akan berebutan untuk mendapatkannya.

"Kami buka harganya dengan murah mulai dari harga Rp50 ribu hingga Rp150 ribu. Jumlah daging ayam dan nasi yang dilelang sebanyak 50 sampai 100 porsi," tutur Nedi.

Hal yang sama juga disampaikan Wabup Pasaman, Atos Pratama juga memberikan apresiasi dalam kegiatan tersebut dan tradisi ini perlu dipertahankan. Dalam kegiatan itu Wabup juga ikut menyumbang Rp500 ribu.

[Man St Pambangun]

Penulis: Agusmanto | Editor: -