Wakil Gubernur Sebut Pariwisata Bali Berada di Titik Jenuh

"pelaku industri pariwisata diminta untuk menciptakan inovasi baru bagi tumbuh kembangnya destinasi yang tak membosankan bagi turis"
Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta. (istimewa)

DENPASAR, KLIKPOSITIF -- Wakil Gubernur Bali, ‎I Ketut Sudikerta mempertanyakan nasib pariwisata Bali ke depan. Sebab, kata dia, tantangan terhadap industri pariwisata Pulau Dewata kian berat saja. Salah satunya adalah dibangunnya sepuluh destinasi wisata baru oleh pemerintah. Bagi Sudikerta, harus ada terobosan baru dari pariwisata di Bali.

‎"Apakah Bali mau tinggal diam seperti ini saja? Saya rasa tidak. Momentum ini kita manfaatkan untuk menggali potensi pariwisata kita ke depan," kata Sudikerta pada acara Simposium Bela Negara di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Sabtu 18 Februari 2017.

Tak hanya itu, Sudikerta menyarankan kepada pelaku industri pariwisata untuk menciptakan inovasi baru bagi tumbuh kembangnya destinasi yang tak membosankan bagi turis. Sebab, dia menilai pariwisata Bali tengah berada di titik jenuh. ‎"Pariwisata Bali sudah jenuh," tegasnya.

Ketua DPD Partai Golkar Bali itu menyebut ada empat komponen pariwisata Bali. Komponen pertama adalah budaya. Bagi Sudikerta budaya mesti diperkokoh dan dibangun kembali, digali dan dilestarikan agar tak punah. Tidak cukup hanya itu, seiring dengan dinamika perkembangan zaman, tidak cukup dengan budaya saja.

"Turis datang mungkin bosan dengan budaya kita. Maka harus kita kemas, lestarikan, diambil langkah ke depan. Harus dibangun destinasi baru," papar Sudikerta.

Komponen kedua menurutnya adalah keamanan. Selama ini, aspek keamanan selalu menjadi prioritas bagi Bali.‎ "Kalau bom meledak, kericuhan terjadi di sana-sini, niscaya pariwisata kita tidak akan berkembang. kita semua yang harus menjaga itu," ajak dia.

Komponen ketiga menurut Sudikerta adalah aspek lingkungan dan kebersihan destinasi. Baginya, jangan pernah bermimpi wisatawan akan datang berlibur jika destinasi di Bali tak terawat dengan baik dan terkesan kumuh. Ia mencontohkan Pantai Kuta yang kini diserbu sampah kiriman.

"Sekarang banyak sampah. Siapa yang ... Baca halaman selanjutnya