Wakil Gubernur Sebut Pariwisata Bali Berada di Titik Jenuh

"pelaku industri pariwisata diminta untuk menciptakan inovasi baru bagi tumbuh kembangnya destinasi yang tak membosankan bagi turis"
Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta. (istimewa)
bertanggungjawab? Tidak semata-mata pemerintah, tapi semua komponen harus bersinergi. Jangan sampai sampah terus bertebaran. Saya lihat kurang greget stakeholder pariwisata terhadap sampah," tegasnya.

Komponen keempat menurut Sudikerta adalah aspek kesehatan. "Jangan sampai muncul wabah yang membuat wisatawan enggan datang ke Bali, misalnya seperti penyakit diare, rabies dan lainnya. Saya mengajak hal itu harus dijaga," ucapnya.

Selama ini, 80 persen pendapatan Bali dihasilkan dari sektor pariwisata. Jika keempat komponen di atas diabaikan, Sudikerta yakin pariwisata Bali akan semakin terperosok tajam. Ia pun menawarkan solusi agar pariwisata Bali kembali bergairah yakni membangun destinasi baru dan memperbaiki destinasi yang telah ada.

Jika tidak, Sudikerta memprediksi dalam beberapa tahun ke depan pariwisata Bali akan kolaps. Saat ini saja, ia melanjutkan, rata-rata tinggal turis di Bali hanya dua hari dari yang sebelumnya lima hari tiap kali berkunjung. Kalau biasanya long of stay lima hari, sekarang cuma 2 hari, lalu mereka ke Lombok.

"Tidak ada cara lain agar turis tak jenuh bangun destinasi baru dan perbaiki destinasi yang telah ada," sarannya.

Sudikerta langsung menawarkan kepada pelaku pariwisata untuk mengelola lahan milik Pemprov Bali seluas 60 hektar yang terletak di Bali bagian barat. ‎Silakan bangun kawasan terpadu destinasi wisata. Bangun hotel, spa, lapangan golf dan fasilitas penunjang lainnya. Kalau itu dibangun, wisatawan akan ke sana.

"Saya tidak ingin Bali kalah dari daerah lainnya. Saya berikan kesempatan kepada PHRI Badung dan Bali kelola lahan itu dengan baik," tantang Sudikerta.

[Bobby Andalan]