Miris, Harimau Sumatera Hanya Tinggal 600 Ekor

"Kondisi tersebut semakin diperparah dengan seringkalinya dilakukan perburuan oleh sejumlah orang untuk diperjual belikan"
Kondisi harimau Sumatera yang dikuliti oleh para pelaku saat press release di Kantor BKSDA Sumbar. (KLIKPOSITIF/Agoes Embun)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Miris, kondisi Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) saat ini sudah tergolong endemik. Pasalnya, di Indonesia populasi hewan asli Sumatera ini hanya tersisa sekitar 600 ekor saja. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan seringkalinya dilakukan perburuan oleh sejumlah orang untuk diperjual belikan.

Kepala Balai Penegakan Hukum Wilayah II Dirjen BPPLHK, Edward Hutapea menyebut, berkurangnya habitat harimau Sumatera ini sudah terjadi sejak lima tahun belakangan. Beberapa faktor menyebabkan hal tersebut, mulai dari tingginya harga jual kulit dan tulang hewan endemik ini hingga aksi perburuan liar karena harimau diancam hewan yang mengancam.

"Setelah ditangkapnya lima pelaku ini, kami berharap jangan ada lagi yang melakukan perburuan terhadap harimau. Mereka hanya tersisa sekitar 600 ekor saja di Indonesia. Jangan biarkan mereka punah," tutur Edward.

Dia menambahkan, aksi perburuan terhadap harimau memang sudah berlangsung sejak lama. Dalam dua tahun terakhir (2016-2017), sudah ada 3 kasus yang ditemukan oleh BPPLHK. Dua diantaranya sudah menjalani vonis hukuman pidana selama 4 tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Untuk yang tertangkap hari ini, Edward menyebut, akan melakukan pemeriksaan intensif hingga sore nanti. Kemungkinan besar ada 3 pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka, sementara 2 lainnya hanya diperiksa sebagai saksi. "Setelah mereka ditetapkan tersangka, kami akan serahkan langsung kepada Polda Sumbar," tuturnya.

Namun, dia menilai hukuman yang dijatuhkan untuk para pelaku baik itu penyelundup, penjual ataupun pemburu hewan langka ini dinilai masih rendah. "Kami sebagai petugas hanya menjalankan apa diperintahkan. Mengenai hukuman, memang terlalu rendah dan tidak memberi efek jera bagi mereka (pelaku)," kata Edward.

Ke depan, memang akan dilakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap hewan-hewan yang sudah endemik di Indonesia, terutama yang berada di kawasan ... Baca halaman selanjutnya