Panen Melimpah, Buruh Tani di Pessel Berpenghasilan 200 Ribu Perhari

"Dengan cara memborong, seharinya mereka bisa mengerjakan 50 karung jika cuaca tidak hujan"
Panen padi yang dilakukan oleh buruh tani di Pessel. Musim panen, mereka bisa dapat Rp200 ribu perhari. (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri Priatama)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Hasil panen padi yang melimpah di Kenagarian Aurduri Surantih (ADS), Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan-Sumbar ternyata membawa untung tersendiri bagi para buruh tani di daerah ini. Dalam sehari untuk sekali panen, para buruh tani ini bisa mendapatkan upah mencapai Rp200 ribu.

Pantauan KLIKPOSITIF, sistem kerja buruh tani khusus untuk memanen padi di daerah ini dengan cara borongan. Masing-masing rombongan yang memborong padi untuk dipanen berjumlah dari puluhan sampai belasan orang. Dengan cara memborong, seharinya mereka bisa mengerjakan 50 karung jika cuaca tidak hujan.

"Kalau musim panen tahun ini, kami memborong padi pemasukan Rp200 ribu sehari bisa didapat," sebut Riko Alfar (34), salah seorang buruh tani khusus untuk panen kepada KLIKPOSITIF, Rabu sore.

Dijelaskannya, untuk menjadi seorang buruh tani tidaklah mudah, terutama kesehatan dan kekuatan harus prima. Sebab, mulai dari memotong padi sampai mengangkut padi harus membutuhkan tenaga yang prima, kalau tidak pekerjaan tidak selesai pemilik padi bisa kecewa.

"Kita harus sehat dan cukup kuat untuk mengangkut padi. Kalau tidak mana bisa padi orang selesai. Bisa marah pemiliknya nanti, kecuali benar-benar sakit dalam bekerja," jelasnya.

Menurutnya, dalam bekerja hal paling ditakuti para buruh tani ini hanyalah hujan. Jika hujan tidak henti-henti, mereka akan sulit untuk memanen padi yang sudah diborong. "Kami terpaksa harus menunggu cuaca terang, walaupun itu padi di tengah sawah sudah terpotong. Hari hanis dan upah yang didapat sedikit," ucapnya.

Melihat dari sistem kerja buru tani khusus untuk memanen padi di daerah ini, biaya makan serta cemilan lain ditanggung oleh pemilik padi yang sudah diborong. Jadi pemborong tidak perlu lagi memikirkan biaya untuk makanan, sebab di daerah ini makanan tersebut disediakan oleh pemilik padi.

[Kiki Julnasri Priatama]