Rencana Raja Salman Investasi di Mandeh Belum Bisa Diwujudkan

"Pembebasan lahan di Bukit Ameh yang akan dijadikan lokasi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) belum rampung."
Kawasan objek wisata Mandeh, Pessel. (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al Saud, berencana akan berinvestasi di Kawasan Mandeh, Pesisir Selatan. Rencana itu diungkapkan Menteri Pariwisata Arif Yahya saat Sang Raja berkunjung ke Indonesia.

Namun, rencana tersebut tak segera bisa diwujudkan. Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan masalahnya pembebasan lahan di Bukit Ameh yang akan dijadikan lokasi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) belum rampung.

Lokasi yang menjadi target pembebasan lahan termasuk lahan yang tidak boleh dibebaskan oleh pemerintah pusat. Selain itu juga perlu persiapan tata ruang dari pemerintah daerah untuk pengembangan pariwisata.

"Ada pemberitaan Raja Arab melirik Mandeh, ada juga isu pemerintah provinsi tidak responsif, bukan begitu. Kami sedang mengusahakan pembebasan lahan, persoalannya kita terkendala aturan pembebasan lahan dari pusat," ungkapnya saat Rapat Koordinasi dan Workshop Percepatan Pengembangan Pariwisata Sumatera Barat, Selasa (14/3) di Hotel Mercure Padang.

Kata Nasrul Abit, Raja Arab juga melirik Kota Padang menjadi target investasi. Wagub menyebutkan, Pemeritah Provinsi sudah mengutus kepala dinas pariwisata provinsi untuk mengahadap Menteri Agraria dam Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (EKUIN) terkait persoalan itu.

BACA JUGA: Raja Salman Nyatakan Keinginan untuk Berinvestasi di Sumbar

"Kami sedang usahakan kawasan Bukit Ameh bisa dibebaskan, sehingga investor, khususnya Arab bisa masuk," katanya.

Menurutnya, di Mandeh ada ribuan hektar (ha) yang bisa dijadikan target KEK. Dan untuk KEK di Bukit Ameh hanya butuh 400 hektar (ha) saja.

Selain itu, lanjut Wagub, untuk investasi dari ... Baca halaman selanjutnya