HARI BUMI: Kerusakan Karang dan Mangrove Mempercepat Abrasi Pantai

"Kerusakan kawasan hutan Mangrove ini juga disebabkan karena rusaknya ekologi pantai"
Hutan Mangrove (Net)

KLIKPOSITIF -- Pada peringatan Hari Bumi, kerusakan biota laut semakin memprihatinkan di tengah-tengah fenomena pemutihan terumbu karang dan kerusakan hutan bakau atau Mangrove, menjadi ancaman baru bagi kehidupan pantai, karena kerusakan ekosistem laut bisa mempercepat abrasi.

Menurut data yang dimiliki pakar ekosistem laut Universitas Bung Hatta Eni Kamal, kerusakan kawasan hutan Mangrove di Sumbar mencapai 15.000 hektare dengan total luas kawasan hutan bakau ini mencapai 39.000 hektare yang tersebar di enam Kabupaten dan Kota di Sumbar

Keenam kabupaten itu berdekatan dengan wilayah pesisir, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, Kabupaten Padangpariaman dan Kota Padang.

"Kerusakan kawasan hutan Mangrove ini juga disebabkan karena rusaknya ekologi pantai. Kemudian perubahan iklim yang mengakibatkan perubahan Ph air laut akan membuat tanaman laut tidak bisa bertahan, seperti mangrove," papar Eni kepada KLIKPOSITIF, Jumat, 22 April 2016.

Selain mangrove, kerusakan ekosistem laut juga dialami terumbu karang. Berdasarkan penelusuran peggiat selam dari UKM Diving Proklamator UBH dan Pariaman Diving Club, hampir 80 persen karang yang ada di perairan Kota Pariaman, Padang dan Pesisir Selatan sudah mengalami fase pemutihan. "Kondisi itu merupakan fase awal matinya karang," ujarnya.

BACA SELENGKAPNYA