Prostitusi Online Terungkap di Padang, 10 Orang Diamankan

"Parahnya, ada tiga anak dibawah umur yang terlibat"
Dua mucikari yang diamankan Polda Sumbar saat ekspose. (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Bisnis prostitusi online terungkap di Padang. Buktinya, Ditreskrimum Polda Sumbar berhasil mengamankan 10 orang pada Minggu 16 April 2017 lalu di Hotel Pangeran Beach, Jalan Juanda, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Parahnya, ada tiga anak dibawah umur yang terlibat.

Direktur Reskrimum Polda Sumbar, Kombes Pol Erdi Adrimurlan Chaniago mengatakan, penangkapan tersebut berawal saat pihaknya mendapatkan informasi terkait prostitusi online yang marak beredar di Padang.

"Minggu sekitar pukul 11.00 WIB, kami melakukan undercover buying dengan tersangka di Hotel Pangeran Beach," ujarnya saat gelar perkara di Mapolda Sumbar, Selasa 18 April 2017.

Menurutnya, setelah dilakukan negosiasi dengan tersangka melalui akun wechat, pihaknya langsung mengamankan tersangka ini saat sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ada 10 orang yang diamankan dalam penangkapan tersebut yang terdiri dari enam orang perempuan dan empat orang laki-laki.

"Setelah kami amankan, ditemukan enam orang perempuan dan empat orang lelaki. Saat pemeriksaan, tiga perempuan diantaranya anak dibawah umur," lanjutnya.

Enam orang yang diamankan tersebut adalah SLV (20), RPY (20), SE (19), EP (16), DSY (16) dan DBPU (16). "Dari empat orang lelaki itu, dua diantaranya merupakan tersangka penjualan orang ini yaitu, berinisial H (28) dan JF (20)," lanjutnya.

Sementara, dua lelaki lainnya merupakan saksi yang merupakan calon pelanggan dan akan melakukan transaksi dengan mucikari tersebut. "Dua orang lelaki lainnya kami jadikan saksi dalam kasus ini dan telah kami mintai keterangannya," sambungnya.

Dari penangkapan tersebut, pihaknya mengamankan uang tunai sejumlah Rp1.694.000, alat kontrasepsi dan dua unit handphone merek iPhone. "Saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait kasus ini dan untuk ancamannya maksimal 10 tahun penjara," tutupnya.

[Halbert Caniago]