Tersangkut Kasus Pungli, Wali Nagari Air Haji Tenggara Pessel Ditahan

"Pungli yang dilakukan mulai dari angka Rp750 ribu hingga Rp1,6 juta"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PESSEL, KLIKPOSITIF-- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menahan seorang oknum Wali Nagari setempat, karena diduga melakukan pungutan liar (pungli) terkait pembuatan sejumlah sertifikat tanah perkebunan masyarakat, di wilayahnya, Selasa 18 April 2017.

Diketahui oknum Wali Nagari ini, berinisial "R" yang merupakan Wali Nagari dari Airhaji Tenggara Kecamatan Linggo Saribaganti.

Kasi Intel Kejari Pessel, Dimas Aditya menyebutkan, pungli yang dilakukan oknum Wali Nagari ini terjadi pada tahun 2014-2015 lalu, dengan jumlah korban sebanyak 90 Kepala keluarga (KK). 

"Yang bersangkutan berdasarkan penyelidikan awal, diduga telah melakukan pungli terhadap 90 Kepala Keluarga dalam pengurusan sertifikat lahan perkebunan di Nagari Airhaji Tenggara dengan meminta sejumlah redistribusi. Pungli yang dilakukan mulai dari angka Rp750 ribu hingga Rp1,6 juta dengan total Rp73 juta," sebutnya.

Lanjutnya, dalam proses penyelidikan Kejari Pessel telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan serta telah mengumpulkan bukti-bukti yang kuat hingga akhirnya dilakukan penahanan terhadap oknum itu.

"Berdasarkan hasil keterangan 30 saksi, kuat dugaan terjadinya pungli yang dilakukan oknum berinisal R. Oleh karena itu, setelah dipanggil pagi tadi, tersangka ini langsung dilakukan penahanan sesuai dengan surat perintah penahanan (Sprinhan) Print-209/N.3.19/fd.1/04/2017 tanggal 18 April 2017," ujarnya.

Dimas Aditya melanjutkan, saat dilakukan penahanan, tersangka didampingi seorang Penasehat Hukum-nya bernama Sanidjar Pebriharianti R.

"Dalam kasus ini tersangka dijerat pasal 12 UU nomor 31 tahun 1999 yang diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001, tentang perbuatan tindak pidana korupsi, dengan cara melakukan pungutan liar," tutupnya.

[Kiki Julnasri]