BPPOM Padang Amankan Satu Dus Obat Ilegal dari Sebuah Rumah Mewah

"Obat itu bermerek Dextrometopan atau yang lebih dikenal dengan Dextro itu ditemukan sebanyak satu kardus"
Petugas kepolisian menyita obat-obatan yang berada di gudang penyimpanan tak berizin di Jalan Kartini, Padang. (KLIKPOSITIF/Cecep)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Satu jenis obat ilegal ikut diamankan dalam penggerebekan rumah di Jalan Kartini, Padang-Sumbar oleh BPPOM dan Ditreskrimsus Polda Sumbar Kamis siang. Obat itu bermerek Dextrometopan atau yang lebih dikenal dengan Dextro itu ditemukan sebanyak satu kardus.

Dextromethorphan adalah obat yang digunakan untuk meredakan batuk. Jenis batuk yang dapat ditangani dengan obat ini adalah batuk kering yang menyertai pilek atau flu. Senyawa dextromethorphan bekerja dengan menekan dorongan untuk batuk yang berasal dari otak kita.

Sebagai obat yang dijual bebas, Dextro sering disalahgunakan sebagai pil koplo. Pil koplo adalah salah satu jenis psikotropika, menurut UU No.5 tahun 1997 psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika dan masuk ke dalam golongan obat-obat anti cemas dan golongan anti insomnia yang disalahgunakan.

Dalam jumlah kecil obat ini dapat digunakan untuk menghilangkan ketegangan dan kecemasan. Jika diperbesar, maka si pemakai akan tertidur dengan nyenyak dan jika dinaikkan lagi dapat menimbulkan koma dan kematian. Pil ini mampu membuat seseorang menjadi labil, mudah marah, daya ingat menurun, bicara kaku, dan jalan sempoyongan.

"Kita tenggarai ada satu merek obat D yang sudah ditarik izin peredarannya. Dextrometopan. Pada 2014 lalu sudah ditarik, karena disalahgunakan oleh banyak kalangan remaja," ungkap Kepala BPOM Sumbar, Zulkifli.

Untuk itu, pihaknya bersama pihak kepolisian akan terus melakukan penyidikan dan pengembangan atas kasus tersebut. "Kita lihat pelanggarannya. Tadi ada obat yang tidak boleh dijual sembarangan. Dan ada juga yang sudah ilegal," katanya.

Terkait adanya satu merek obat ilegal, pemilik usaha, Rika Sandri mengaku terkejut ada obat jenis tersebut. Dia menduga obat itu merupakan obat sisa lama. "Mungkin sisa yang lama. Saya juga kaget," katanya.

[Cecep]