Menko PMK: Indonesia Perlu Bangun Klinik Haji Permanen di Arab Saudi

"peninjaun dilakukan Puan Maharani usai memimpin dan memberikan arahan dalam rapat koordinasi terkait monitoring dan evaluasi persiapan pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini."
Ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, meninjau secara lansung persiapan pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi, salah satunya terkait fasilitas kesahatan bagi jamaah haji Indonesia yang akan berangkan menunaikan ibadah haji 1438 Hijriah.

Dilansir dali laman Kementerian Agama, Jumat (21/4) dijelaskan peninjaun dilakukan Puan Maharani usai memimpin dan memberikan arahan dalam rapat koordinasi terkait monitoring dan evaluasi persiapan pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini.

Puan meninjau fasilitas Klinik Haji Indonesia yang sebelumnya merupakan Balai Pengobatan Haji Indonesia. "Menkes menjelaskan bahwa masalah utama Klinik Haji Indonesia adalah terkait penyewaan tempat. Apabila dimungkinkan pada masa depan, klinik haji itu punya tempat yang permanen," kata Puan.

Menko PMK lalu mengecek langsung fasilitas ruang perawatan, stok obat-obatan, termasuk ruang gawat darurat.

Fasilitas kesehatan yang ditinjau Menko PMK ini menyediakan 75 tempat tidur rawat, 20 tempat tidur UGD dan 80 petugas kesehatan haji.

"Sifat pelayanan adalah pelayanan dasar dan emergensi. Lantai 1 Klinik Haji Indonesia dimanfaatkan untuk ruang rawat Psikiatri, ruang rawat laki-laki dan perempuan dan ruang penunjang seperti radiologi, aboratorium, gizi, poli gigi dan ruang linen," jelasnya.

Sementara lantai 2 dipergunakan untuk depo obat dan alat kesehatan, dan ruang kerja petugas sanitasi surveilans dan siskohatkes.

Puan meminta, untuk pelayanan haji secara maksimal tidak hanya selama di Arab Saudi, tetapi juga sejak keberangkatan di tanah air.

"Kedepan disiapkan materi manasik menggunakan kearifan lokal. Perlu disiapkan buku manasik disetiap embarkasi menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa daerah," ujarnya.

kata Menko PMK. Karena paling tidak mayoritas jamaah tentu berasal dari daerah embarkasi tersebut sehingga bisa memahami dan menyiapkan ... Baca halaman selanjutnya