Gempa Mentawai Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD serta BMKG"
Gempa Mentawai 5,3 SR. (bmkg)

KLIKPOSITIF -- Gempa tektonik yang mengguncang wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini terjadi pada pukul 11.00.28 WIB dengan kekuatan M 5,1 dengan episenter terletak pada koordinat 2,12 LS dan 99,61 BT, tepatnya di daratan Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai pada kedalaman hiposenter 42 kilometer.

Efek gempa yang didasarkan oleh Peta Tingkat Guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa wilayah terdampak gempabumi tersebut antara lain, Mentawai yang merasakan guncangan yang dirasakan pada skala intensitas II SIG BMKG (IV MMI). Laporan sementara, di Padang dan Pariaman guncangan dirasakan pada skala intensitas I SIG BMKG (II MMI).

Dalam siaran pers dari BMKG yang disiarkan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Moch. Riyadi, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia dengan hiposenter terletak di Zona megathrust.

"Karena hiposenter berada di kedalaman 42 kilometer, maka gempabumi ini disebut sebagai gempabumi dangkal, sehingga wajar jika guncangan gempabumi ini dirasakan cukup kuat di Kepulauan Mentawai dan sekitarnya," tulisnya.

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD serta BMKG. Khusus masyarakat di Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat, diimbau agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab karena gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Patut kita syukuri bahwa meskipun gempabumi memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault), tapi karena kekuatan gempa relatif kecil M5,1, tidak berpotensi menimbulkan tsunami," tutupnya. (*)