Luruskan Pemahaman Publik, Ini yang Harus Dilakukan Saat Gempa

"Saya menilai pemahaman publik selama ini, terkait keselamatan jiwa masyarakat saat terjadi bencana perlu untuk diluruskan, salah satunya saat warga berada didalam bangunan atau gedung"
Ilustrasi. (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar Ade Edward, mengatakan pemahaman publik terkait tindakan yang harus mereka lakukan saat terjadi bencana harus diluruskan untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa.

"Saya menilai pemahaman publik selama ini, terkait keselamatan jiwa masyarakat saat terjadi bencana perlu untuk diluruskan, salah satunya saat warga berada didalam bangunan atau gedung," kata Ade pada Klikpositif, Jumat (21/4).

Ia menambahkan, pemahaman yang kebanyakan keliru dalam menghadapi gempa tersebut adalah kemana seharusnya seseorang lari saat didalam ruangan ketika gempa terjadi.

Ade mencontohkan, jika bangunan dengan lantai lebih dari dua, atau memiliki lantai tiga atau empat, masyarakat saat atau sesudah gempa seharusnya pergi kelantai yang paling atas, buka kelantai paling bawah.

"Selama ini banyak pemahaman masyarakat saat terjadi gempa atau sesudahnya, mereka lari kelantai bawah, padahal untuk menyelamatkan diri itu seharusnya pergi ke lantai atas. Jika bangunan roboh yang akan hancur terlebih dahulu adalah lantai paling bawah," jelasnya.

Sebab itu, Ade berharap dalam simulasi bencana yang dilakukan oleh pihak terkait kedepannya, harus meluruskan hal ini kepada masyarakat untuk meminimalisir dampak bencana.

"Pihak pemerintah harus terus mengevaluasi sosialisasi kebencanaan yang dilakukan, belajar dari bencana. Persiapan harus sesuai dengan kondisi dimana kita berada," jelasnya.

Sehubungan dengan itu, Ade berharap simulasi bencana alam gempa dan tsunami saat memperingati Hari Kesiap siagaan Bencana Nasional (HKBN) pada pada 26 April 2017 menjadi momentum untuk peningkatan kecerdasan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam. (*)