Satpol PP Tambah Personel di Masjid Raya Sumbar

Kadis Pol PP-PK Sumbar, Zul Aliman.
Kadis Pol PP-PK Sumbar, Zul Aliman. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-PK) Sumatera Barat ( Sumbar ), Zul Aliman menegaskan akan menambah personel untuk melakukan pengawasan dan pengamanan di Masjid Raya Sumbar .

Hal itu dilakukan agar ikon wisata religi Sumbar itu tidak dijadikan tempat maksiat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. "Kita akan meningkatkan lagi pengawasan dan pengamanan. Apalagi, Masjid Raya Sumbar merupakan tempat ibadah dan ikon wisata religi ," katanya Zul Aliman, Rabu 26 April 2017.

baca juga: Mengaku Sebagai Dukun, Warga di Lima Puluh Kota Ini Berbuat Asusila pada Anak di Bawah Umur

Dia mengatakan, bahwa penambahan personil itu dikarenakan Selasa 25 April 2017 malam, sepasang kekasih diamankan Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Sumbar karena berbuat mesum di toilet perempuan masjid terbesar di Sumbar tersebut.

Zul Aliman menjelaskan, pasangan tersebut tertangkap oleh anggota Satpol PP yang tengah berjaga di Masjid Raya Sumbar . Keduanya diamankan di toilet wanita lantai 1 dan saat melakukan kontrol

baca juga: PSBB Jilid III, Camat Payakumbuh Selatan Siap Disiplinkan Warga di 6 Kelurahan

"Kami tangkap di toilet wanita lantai satu. Anggota kami yang piket sedang kontrol, lalu ada gerak gerik yang mencurigakan. Pintu toilet juga terkunci dari dalam. "Saat digedor dan dibuka paksa, kami temukan pasangan ini di dalam dengan kondisi setengah berbusana," ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya akan memproses keduanya yang diketahui masih berstatus mahasiswa berinisial WR (20) dan APS (22). Keduanya akan diproses ke pengadilan untuk disidang karena masuk ke tindak pidana ringan (tipiring).

baca juga: Perpanjang PSBB, Pemkab Pasbar Persiapkan Hal Ini

"Ini dapat menjadi shock therapy agar mereka tidak mengulangi perbuatan yang sama. Kami juga akan memanggil orang tua keduanya," papar Zul Aliman.

Untuk itu, diimbau kepada orang tua yang anaknya menempuh pendidikan jauh dari pengawasannya agar selalu mengontrol sehingga dapat jauh dari semua perbuatan-perbuatan yang dapat menjeremuskan mereka ke arah yang tidak baik.

baca juga: PSBB Tahap III Diberlakukan, Pemkab Pasbar Mulai Sosialisasikan New Normal

Pengawasan dan keamanan tidak hanya persoalan itu, namun juga terhadap para pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar yang berjejer di sepanjang Masjid Raya Sumbar . Kepada masyarakat, jika berkunjung ke Masjid Raya Sumbar diharapkan benar-benar hanya untuk beribadah serta wisata religi .

"Masjid merupakan tempat ibadah yang suci dan jangan kita merusak citranya dengan perbuatan yang tidak baik," pungkasnya.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto