Tim Gabungan Polres Pasaman Amankan 50 Kilogram Ganja Kering Siap Edar

"Dari hasil introgasi, ketiganya mengaku saat terjadi kejar-kejaran, mereka sempat membuang sejumlah ganja kering di kawasan Ampang Gadang, Kecamatan Panti. "
Daun ganja siap edar itu diamankan di dua lokasi dengan tiga orang pengedar. (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

KLIKPOSITIF - Tim Gabungan Polres Pasaman berhasil menggagalkan peredaran ganja kering seberat 50 kilogram setelah mobil yang ditumpangi tiga orang pengedar puluhan kilogram ganja tersebut, berhasil diberhentikan oleh petugas di depan SPBU Sawah Panjang, Lubuk Sikaping, Kamis, 28 April 2016 dini hari.

Kapolres Pasaman AKBP Agoeng SW mengatakan, mobil Daihatsu Grand Max warna silver bernomor polisi BA 1453 LN yang ditumpangi pengedar itu diberhentikan, setelah sebelumnya antara petugas dan pengedar sempat terjadi kejar-kejaran dari Rao hingga ke Lubuk Sikaping.

Kemudian begitu mobil yang ditumpangi ketiga pengedar itu berhasil dihentikan petugas, ketiganya langsung ditangkap.  Setelah itu, petugas menggeledah mobil yang ditumpangi para pengedar dan ditemukan karung berisi puluhan paket ganja kering siap edar.

Ketiga pengedar itu seterusnya diintrogasi petugas di lokasi penangkapan dan salahbsatu dari pengedar itu mengaku sebelum ditangkap, dia sempat membuang satu karung berisi paket ganja kering di kawasan Ampang Gadang, Kecamatan Panti.

Mendengar pengakuannya, petugas kemudian membawa ketiga pengedar ganja tersebut ke lokasi pembuangan untuk menunjukan di mana karung berisi paket ganja itu dibuang. Kemudian setelah ditemukan, pengedar yang sudah dijadikan tersangka bersama semua barang buktinya, langsung dibawa petugas ke Mapolres Pasaman.

"Jadi, total ganja yang kami sita dari ketiga tersangka berjumlah 50 kilogram," kata Agoeng SW di dampingi Kasat Narkoba, AKP. Johannes dan Kasat Reskrim, AKP. Syaiful Zubir saat ditemui KATASUMBAR.com (Grup KLIKPOSITIF) di Mapolres Pasaman, Kamis pagi.

Agoeng SW juga membeberkan bahwa ketiga tersangka itu bukan warga Pasaman. Ketiganya, adalah Rizki Yoefi (25), warga Garegeh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi. Andre Novi (30) warga Asrama Kodim Blok F, Bukittinggi dan Gustafa Ringga (23) warga Mato Aia, Nagari Gaduik, Tilatang Kamang, Kabupaten ... Baca halaman selanjutnya