DPR Tekankan Tiga Hal Terkait Pencetakan Sawah Baru

"Pemisahan ini penting untuk dilakukan dengan tujuan agar kalau terjadi sesuatu, maka lebih mudah bagi kita untuk memonitoring"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Komisi IV DPR RI menekankan tiga hal terkait pencetakan sawah baru, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Rabu (26/4), agar program tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai aturan yang ada.

Anggota Komisi IV DPR RI Ibnu Munzir, mengatakan, tiga hal yang perlu ditekankan tersebut yakni pemisahan item pekerjaan yang diberikan kepada TNI dalam pencetakan sawah baru, perlu dipikirkan posisi sumber air ketika akan melakukan pencetakan sawah baru, dan sinkronisasi tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di daerah yang bersangkutan.

"Kerjasama pencetakan sawah yang dilakukan dengan melibatkan TNI, memang hasilnya luar biasa bagus. Namun kita juga tidak akan menutup mata terhadap informasi dan laporan bahwa ada hal-hal yang mesti ditingkatkan dan diperbaiki, sebab itu perlu dilakukan pemisahan dalam hal anggaran yang terkait dengan pengerjaan fisik. Tidak usah dibuat satu perancanaan yang menyeluruh, sehingga menyulitkan dalam proses evaluasi," kata Ibnu.

Menurutnya, hal itu karena memang ada anggaran yang berada diluar peruntukan pencetakan sawah itu, seperti pembuatan gorong-gorong dan sebagainya yang juga menjadi bagian yang diusulkan oleh pihak TNI.

"Pemisahan ini penting untuk dilakukan dengan tujuan agar kalau terjadi sesuatu, maka lebih mudah bagi kita untuk memonitoring, melakukan pemeriksaan dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan," jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman dan kunjungan di lapangan yang telah lakukannya ke daerah Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan, terlihat ada hal-hal yang menjadi kesulitan yakni sumber mata air yang letaknya agak jauh dari lokasi pencetakan sawah.

"Kedepan, dalam proses pencetakan sawah harus dipikirkan lokasi sumber airnya. Jangan sampai ada pencetakan sawah yang tidak memiliki saluran tersiernya hingga mengalami kesulitan air. ... Baca halaman selanjutnya