Kapolres Pasaman : Penanganan Ilegal Mining Adalah Kerja Bersama

"Pihaknya tetap mengimbau dan memberi pemahaman bahwa excavator yang masuk ke kawasan tambang di daerah itu dilarang"
Kapolres Pasaman, AKBP Reko Indro Sasongko melakukan pengecekan di lokasi tambang. (istimewa)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Kapolres Pasaman, AKBP Reko Indro Sasongko menegaskan pihak kepolisian sejak awal telah menyatakan untuk melarang excavator melakukan aksi penambangan liar di Lanai Hilir Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman.

Baca : Tak Berizin, Tambang Emas di Pasaman Tetap Beroperasi

"Pada saat itu excavator tersebut sudah keluar dan berhenti menambang emas di lokasi. Tapi, sekarang kok ada lagi ya?" kata Reko ketika dikonfirmasi KLIKPOSITIF, Selasa 2 Mei 2017.

Pihaknya tetap mengimbau dan memberi pemahaman bahwa excavator yang masuk ke kawasan tambang di daerah itu dilarang. Berbagai upaya pun sudah dilakukan dengan cara persuasif seperti menemui Camat, Walinagari, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat.

"Jika mereka tidak mengindahkan, maka dalam waktu singkat kami akan tindak tegas," ujar Reko.

Dijelaskan Reko, permasalahan di Lanai Cubadak itu adalah permasalahan sosial ekonomi. Sehingga, penanganannya perlu diikutsertakan berbagai pihak seperti pihak kepolisian, Provinsi dan Kabupaten, Bappeda Pasaman dan dinas terkait serta Camat, Walinagari dan Kepala Jorong.

Yang lebih utama adalah dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama membuat komitmen melarang excavator beroperasi di kawasan tambang tersebut.

Pihaknya pasti akan melakukan tindakan tegas untuk penegakan hukum dengan memperhatikan kepedulian rasa kemanusiaan. "Kami dari Polres ... Baca halaman selanjutnya