Kapolres Pasaman : Penanganan Ilegal Mining Adalah Kerja Bersama

Kapolres Pasaman, AKBP Reko Indro Sasongko melakukan pengecekan di lokasi tambang.
Kapolres Pasaman, AKBP Reko Indro Sasongko melakukan pengecekan di lokasi tambang. (istimewa)

PASAMAN , KLIKPOSITIF -- Kapolres Pasaman , AKBP Reko Indro Sasongko menegaskan pihak kepolisian sejak awal telah menyatakan untuk melarang excavator melakukan aksi penambangan liar di Lanai Hilir Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman .

Baca : Tak Berizin, Tambang Emas di Pasaman Tetap Beroperasi

baca juga: Pansus II DPRD Kecewa, Bantuan COVID-19 Gagal Cair Sebelum Lebaran

"Pada saat itu excavator tersebut sudah keluar dan berhenti menambang emas di lokasi. Tapi, sekarang kok ada lagi ya?" kata Reko ketika dikonfirmasi KLIKPOSITIF , Selasa 2 Mei 2017.

baca juga: Terkait Pasien Birugo Bukittinggi, 87 Orang Dites Swab

Pihaknya tetap mengimbau dan memberi pemahaman bahwa excavator yang masuk ke kawasan tambang di daerah itu dilarang. Berbagai upaya pun sudah dilakukan dengan cara persuasif seperti menemui Camat, Walinagari, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat.

"Jika mereka tidak mengindahkan, maka dalam waktu singkat kami akan tindak tegas," ujar Reko.

baca juga: Satu Pasien COVID-19 Asal Pessel Dinyatakan Sembuh

Dijelaskan Reko, permasalahan di Lanai Cubadak itu adalah permasalahan sosial ekonomi. Sehingga, penanganannya perlu diikutsertakan berbagai pihak seperti pihak kepolisian, Provinsi dan Kabupaten, Bappeda Pasaman dan dinas terkait serta Camat, Walinagari dan Kepala Jorong.

Yang lebih utama adalah dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama membuat komitmen melarang excavator beroperasi di kawasan tambang tersebut.

baca juga: 3 Pasien COVID-19 di RSAM Dinyatakan Sembuh, Salah Satunya Balita

Pihaknya pasti akan melakukan tindakan tegas untuk penegakan hukum dengan memperhatikan kepedulian rasa kemanusiaan. "Kami dari Polres tidak ingin dalam penanganan ilegal mining muncul masalah baru seperti yang bisa mengarah kepada konflik sosial," katanya.

[Man St Pambangun/Riki Hendra]

Penulis: Agusmanto