Ratusan Sopir Taksi Kepung Kantor Gubernur‎ Bali

"Aksi demonstrasi yang mereka gelar untuk menuntut pemberhentian operasional taksi online"
Ratusan sopir taksi di Bali menggelar aksi demo di depan Kantor Gubernur Bali. (KLIKPOSITIF/Bobby Andalan)

DENPASAR, KLIKPOSITIF -- Ratusan sopir taksi konvensional yang tergabung dalam Persatuan Sopir Taksi Bali (Persotab) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Bali. Aksi demonstrasi yang mereka gelar untuk menuntut pemberhentian operasional taksi online.

Mereka menggelar long march dari parkir timur Monumen Bajra Sandhi menuju Kantor Gubernur Bali. Sesampainya di Kantor Gubernur Bali, ratusan sopir yang mengenakan pakaian adat Bali itu kemudian mendapat ‎informasi jika Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali tengah berada di dalam kantor.

Sontak mereka langsung melakukan pengepungan. Pintu masuk dan keluar Kantor Gubernur Bali dijaga ketat oleh mereka. ‎Imbasnya, pegawai Kantor Gubernur Bali tak bisa masuk dan keluar. Mereka menuntut agar Kepala Dinas Perhubungan menemui mereka.

Koordinator Persotab, I Wayan Witra menilai Dinas Perhubungan menjadi biang keladi masih beroperasinya taksi online di Bali. Padahal, Gubernur Made Mangku Pastika telah mengeluarkan surat rekomendasi penghentian operasional taksi online semacam Grab, Uber dan Go Car. Begitu juga dengan DPRD Bali.

"Tapi, Dishub justru malah membela Grab dan Uber. Kadishub harus keluar menemui dan memberikan penjelasan kepada kita," kata Witra, Rabu 3 Mei 2017.

Pada kesempatan itu, Witra juga menyindir kuota 7.500 mobil transportasi umum non-trayek yang direkomendarikan Dinas Perhubungan Provinsi Bali. Ia mendesak agar perhitungan itu bisa dijelaskan secara rasional. "Dari mana perhitungan tersebut, harus dijelaskan," ujarnya.‎

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Agung Sudarsana akhirnya ke luar menemui demonstran. Dia didampingi Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar Hadi Purnomo. Ia menjelaskan, kuota angkutan 7.500 non-trayek itu berdasarkan hasil kajian tahun 2015.

Kebutuhan transportasi umum non-trayek di Bali sebanyak 20.085 unit. "Saat ini baru tersedia sebanyak 12.500 unit. Karena itu ... Baca halaman selanjutnya