Revitalisasi Pabrik Gula Butuhkan Dana Besar

"Pabrik gula milik BUMN sudah seharusnya direvitalisasi, hanya saja butuh dana besar untuk melakukannya"
Ilustrasi (pixabay)

KLIKPOSITIF -- Dirjen Industri Agro Kemenperin, Panggah Susanto mengungkapkan, revitalisasi pabrik gula membutuhkan dana besar, dan diperkirakan dapat mencapai Rp8 Triliun.

"Pabrik gula milik BUMN sudah seharusnya direvitalisasi, hanya saja butuh dana besar untuk melakukannya," kata Panggah.

Baca Juga: http://news.klikpositif.com/baca/14315/capai-swasembada-gula-kemenprin-dorong-perkebunan-tebu-luar-jawa

Panggah menjelaskan, untuk produksi gula rafinasi diperlukan teknologi karbonasi, sedangkan teknologi yang dimiliki pabrik gula saat ini adalah teknologi lama yang menggunakan sistem solutasi. "Kebutuhan gula rafinasi akan meningkat seiring dengan pertumbuhan industri makanan dan minuman," jelasnya.

Panggah juga menyatakan, untuk pembelian mesin dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 25 persen ke atas, akan mendapatkan tambahan anggaran sebesar 10 persen. Jika pabrik gula membeli mesin baru dari dalam negeri, Kemenperin memberikan alokasi dana sekitar 22,5 persen.

"Mesin untuk produksi gula sebagian besar sudah dipenuhi dari dalam negeri, hanya turbin yang masih impor dari India," jelasnya.

Panggah optimistis, adanya revitalisasi pabrik, produksi gula bisa meningkat sehingga mampu memenuhi target swasembada gula. Dia mengakui selama ini gairah untuk revitalisasi dari manajemen pabrik gula masih perlu didorong.

Hal tersebut disampaikannya terkait program swasembada pangan dari pemerintah yang mendorong perkebunan tebu rakyat di luar pulau Jawa untuk menunjang produksi pabrik gula yang terintegrasi. (*)