DPR Perlu Miliki Museum yang Representatif Saksi Politik Bangsa

"Museum dinilainya tidak hanya sebagai tempat menyimpan barang antik atau sebagai tempat menyimpan benda-benda masa lalu"
Ilustrasi (twetter)

KLIKPOSITIF -- Kepala Bidang Arsip dan Museum DPR Lili Trisnaningsih, mengharapkan DPR sebagai salah satu lembaga negara sebaiknya memiliki museum yang lebih representatif, selayaknya museum nasional. Mengingat, fungsi museum yang terus bergeser seiring dengan perkembangan zaman.

Demikian diungkapkannya dalam Forum Group Discussion Bidang Arsip dan Museum Pusat Data (PUSDATIN) dengan tema Pengembangan Tata Pamer Museum Modern di Gedung Nusantara 1, Senayan, Jakarta, Selasa (16/05/2017), seperti dilansir dari laman DPR RI.

Museum dinilainya tidak hanya sebagai tempat menyimpan barang antik atau sebagai tempat menyimpan benda-benda masa lalu, tetapi museum memiliki peran yang multidimensi. Sejumlah pakar bahkan telah mengangkat konsep museum terkini dengan istilah culture supermarket atau pasar budaya.

Dia menekankan, untuk mencapai museum yang modern diperlukan komitmen dari semua pihak. Sebab, representasi museum DPR adalah representasi perjalanan perpolitikan bangsa Indonesia.

"Sebenarnya untuk menjadi museum modern, perlu ditambahkan sub-subnya. Namun yang terpenting dibutuhkan komitmen penuh dari politik maupun birokrasi demi terwujudnya museum modern," tegasnya.

Senada, Kepala Bidang Penyajian dan Publikasi Museum Nasional Widodo mengatakan museum DPR bisa menjadi media edukasi. Menurutnya, rakyat bisa mempelajari history line wajah pemerintahan Indonesia dari masa ke masa.

Museum DPR punya kekhususan yang berbeda dengan museum tempat lain, sehingga harus dikemas dengan menarik. "Jika dulu image museum kumuh, gelap dan menakutkan, maka sekarang harus diganti menjadi image pasar budaya yang modern dan informatif, " jelas Widodo. (*)