Indonesia dan Lithuania Tingkatkan Kerjasama Bilateral

"Pertemuan diplomatik antara kedua negara ini juga merupakan kunjungan yang bersejarah, setelah 24 tahun menjalani hubungan diplomatik."
Presiden Jokowi saat menyampaikan pernyataan bersama dengan Presiden Dalia Grybauskaitè, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu,(17/5). (humas)

KLIKPOSITIF -- Pemerintah Indonesia dan Lithuania menyepakati peningkatan kerjasama perdagangan dan investasi dimasing-masing negara, usai pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Lithuania, Dalia Grybauskaitè, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5).

Pertemuan diplomatik antara kedua negara ini juga merupakan kunjungan yang bersejarah, setelah 24 tahun menjalani hubungan diplomatik.

"Untuk pertama kali Presiden Lithuania ke Indonesia, dan juga untuk pertama kali pertemuan Presiden Indonesia dengan Presiden Lithuania sejak dijalinnya hubungan diplomatik 24 tahun yang lalu,” kata Presiden Jokowi dalam pernyataan bersama dengan Presiden Dalia Grybauskaitè, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, (17/5), seperti dilansir dari laman Sekretaris Kabinet.

Pernyataan bersama itu dilakukan setelah kedua kepala pemerintahan melakukan pertemuan bilateral dan menyaksikan pendatanganan beberapa kerja sama, di ruang kredensial Istana Merdeka.

Kesepakatan atau MoU yang ditandatangani yaitu nota kesepahaman di bidang energi, yaitu energi baru terbarukan dan konservasi energi, serta nota kesepahaman di bidang transportasi.

Menurut Presiden Jokowi, Indonesia dan Lithuania menggunakan momentum bersejarah ini untuk membahas peningkatan kerja sama bilateral kedua negara.

Pertama, kerja sama di bidang energi, yang menyangkut energi biomassa, energi dari sampah, dan juga gas. Kedua, di bidang IT, baik untuk penggunaan di transportasi darat maupun di penerbangan, serta di bidang-bidang yang lainnya.

"Kita juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi. Dan, kita juga mendorong agar negoisasi Indonesia dan IEU-Comprehensive Partnership Agreement akan dapat segera diselesaikan,” kata Presiden.

Indonesia, lanjut Presiden, juga telah menyampaikan concern terhadap terus berlangsungnya kampanye hitam dan tindakan diskriminatif produk sawit Indonesia di ... Baca halaman selanjutnya