Ikuti Latihan Tempur PRRC, Irwan Prayitno: Mari Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berdampingan bersama 22 Gubernur lainnya mengikuti latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Bukit Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (18/5) hingga Jumat (19/5)
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berdampingan bersama 22 Gubernur lainnya mengikuti latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Bukit Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (18/5) hingga Jumat (19/5) (Istimewa)

KLIKPOSITIF -- Sebanyak 23 kepala daerah di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) mengikuti latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Bukit Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (18/5) hingga Jumat (19/5). Latihan tersebut juga disaksikan langsung oleh Presiden-Republik Indonesia (RI)Joko Widodo.

Dari 23 kepala daerah tersebut, turut serta Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno. Penapilannya tampak sangat berbeda dari biasanya, begitu juga para kepala daerah lainnya.

Para kepala daerah ini tampak gagah dengan memakai baju tentara berwarna cokelat loreng yang terdapat tulisan 'Mitra TNI'.

Baca Juga

Mereka juga tampak memakai baret dan tak luput juga untuk menghiasi wajah dengan make-up loreng, ciri khas penyamaran TNI ketika bertempur di medan perang. Tampak rasa antusias dari tiap kepala daerah dalam mengikuti rangkaian kegiatan ini yang bergabung bersama sejumlah personel TNI.

"Kehadiran kepala daerah ini bukan upaya militerisasi, tetapi untuk membangun pemikiran militer agar semua (Gubernur) menitikberatkan aspek pembangunan," ujar Irwan Prayitno di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, kemitraan antara TNI dan kepala daerah tentu sangat berguna bagi penguatan sistem keamanan. Terlebih, kepala daerah memiliki program pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

"Untuk itu, kita jalin dan rawat persatuan bangsa. Karena, semua anak bangsa harus mampu saling menghormati dan menghargai satu sama lain, termasuk nilai dan norma yang berlaku di lingkungannya berada. Dimana bumi dipijak, di sana langit dijunjung," katanya.

Dalam kegiatan PPRC tersebut, pada sesi menembak dengan senapan dan pistol yang merupakan bagian dari latihan  (PPRC) di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad. Gubernur Sumbar masuk top 4 kategori ketepatan menembak.

"Berkat doa dari anak dan isteri di rumah serta masyarakat Sumbar, saya berhasil masuk top 4 kategori ketepatan menembak," katanya.

Untuk diketahui, para Gubernur juga mengikuti materi Pertempuran Jarak Dekat (PJD), mendengarkan penjelasan tata cara kehidupan di atas KRI, jamuan makan malam dan bincang-bincang dengan Panglima TNI.

Lalu, pada hari terakhir Gubernur menjalani pembaretan. Tiap Gubernur dipasangkan baret hitam oleh Panglima, sebagai tanda menyelesaikan latihan militer. 

Dalam kesempatan yang sama, Presiden RI Joko Widodo mengatakan, latihan PPRC dalam rangka menunjukkan kesolidan dan kesiapan TNI menjaga pertahanan negara. “Ini menunjukkan kesiapan TNI dalam rangka mempertahankan NKRI,” tuturnya.

Presiden Jokowi mengaku sangat bangga melihat pelatihan PPRC. Semua sangat terintregasi baik darat, laut, dan udara.

“Tapi jangan puas dulu, masih banyak hal yang harus diperbaiki dan dibenahi, terutama di bidang alutsita. Apalagi bila dikaitkan dengan teknologi yang semakin cepat,” kata Presiden.

Latihan PPRC ini melibatkan 5.900 prajurit TNI, yang terdiri dari penyelanggara dan pelaku latihan yang tergabung dalam Satuan Tugas Darat (Satgasrad), Satuan Tugas Laut (Satgasla), Satuan Tugas Udara (Satgasud), Satuan Darat (Satrad) lanjutan, Satuan Manover Infanteri dan Kavaleri, Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur), serta Satuan Bantuan Administrasi (Satbanmin).

Alutsista yang dikerahkan berasal dari tiga angkatan. TNI AD mengerahkan 15 unit Multi Kaliber Roket Astros, enam unit Meriam 155 Cesar, enam unit Meriam 76, sembilan unit Giant Bow Arhanud, dua unit helikopter MI 17, dua unit helikopter MI 35, 10 unit helikopter Bell 412, 18 unit MBT Leopard dan satu unit Recovery Tank.

Lalu, satu unit Tank Avlb, 20 unit MI 13, 14 unit Tank Marder, 10 Sea Rider, tiga unit Panser Anoa Mo, satu unit Panser Anoa Ko, 10 unit Jet Ski dan dua unit Kapal Motor Cepat (KMC).

TNI AL mengerahkan satu KRI Kelas Sigma, satu KRI Kelas LPD, satu KRI Kelas Parchim, empat Sea Rider, lima Tank Amfibi BMP3F, delapan Panser Amfibi BTR50 M. Sementara TNI AU mengerahkan satu FLT PTTA (Skd 51 Spo), empat FLT BTU, empat FLT SUL, sembilan pesawat C-130, dua pesawat CN-295, satu helikopter FLT Standby SAR. (*)

Video

Sumbar Kesulitan Solar

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Webtorial