MUI Pessel: Islam Tidak Anjurkan Tradisi "Balimau"

"Balimau tidak pernah diajurkan dalam ajaran Islam. Adapun balimau secara adat, itu dimaksud untuk bermaaf-maafan menjaga Silaturrahmi sesama teman, sanak keluarga dan terjauh dari sifat-sifat dendam sebagai sesama manusia, bukan hura-hura seperti yang ada saat ini"
ilustrasi balimau (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri Priatama)

PESSEL, KLIKPOSITIF-- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesisir Selatan, Zamzainir mengatakan, tradisi balimau (mandi kesungai) tidak pernah diajurkan agama Islam, namun secara adat balimau dibolehkan untuk mensucikan diri dari sifat-sifat buruk dan saling bermaaf-maafan jelang memasuki bulan Ramadan.

"Balimau tidak pernah diajurkan dalam ajaran Islam. Adapun balimau secara adat, itu dimaksud untuk bermaaf-maafan menjaga Silaturrahmi sesama teman, sanak keluarga dan terjauh dari sifat-sifat dendam sebagai sesama manusia, bukan hura-hura seperti yang ada saat ini,"jelas Zamzainir kepada KLIKPOSITIF, Jumat 26 Mei 2017.

Ia menambahkan, banyak tradisi balimau yang telah salah kaprah sebagai momen untuk mandi-mandi massal di sungai-sungai, dan bisa berkumpul bukan sesama muhkrim. Balimau seperti ini yang tidak diperbolehkan.

"Kalau orang-orang yang balimau dengan mandi-mandi ke Sungai bercampur dengan tidak muhkrimnya atau melakukan kegiatan segala macam yang tidak dicontohkan oleh ajaran Islam dan Adat, itu yang tidak dibolehkan. Kalau tujuan baik, untuk bisa rajin ke Mesjid atau rajin ibadah tentu sangat dibolehkan," jelasnya.

Sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu berlebih-lebihan dalam menyambut Ramadan. Apalagi dengan melakukan segala macam kegiatan yang tidak pernah dicontohkan oleh agama Islam dan keteladan adat sebagai pegangan hidup bermanusia untuk bisa dijauhi.

"Mari kita manfaatkan kesempatan Ramadan ini dengan, sebenar-sebanar taqwa. Jadi waktu yang kita lalui untuk Ramadan ini, tidak tersia-sia begitu demi mencapai keredahan Allah," tegasnya. (Kiki Junasri)