Masyarakat Sumbar Cerdas, Tidak Mudah Terprovokasi

"Masyarakat Sumbar itu cerdas, jadi sulit untuk dipengaruhi dan dipecah belah oleh kepentingan"
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, saat upacara hari Lahir Pancasila (Ist)

PADANG,KLIKPOSITIF -- Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (1/6) mengatakan, sempat ada upaya orang dari luar yang ingin mengacau  kerukunan di Sumbar beberapa waktu belakangan, mulai dari kasus bakar lilin hingga Dokter Fiera Lovita di Media Sosial. Namun masyarakat didaerah ini cerdas, dan tidak mudah terprovokasi.


“Masyarakat Sumbar itu cerdas, jadi sulit untuk dipengaruhi dan dipecah belah oleh kepentingan. Masyarakat Sumbar lebih berpikir manfaat dan dampak sebelum bertindak, masyarakat Sumbar tak termakan provokasi” jelas Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga menegaskan, orang dari luar Sumbar jangan mencoba mengulang kembali untuk datang dan berusaha mengacau kerukunan di Sumbar dengan cara membingkai suatu peristiwa dengan sudut pandang yang sarat kepentingan (framing) dan memecah belah kerukunan.

“Jangan coba-coba masuk dengan kepentingan bertujuan memecah belah. Kalau orang luar itu nekad, bisa fatal akibatnya. Masyarakat di Sumbar sudah hidup beriringan selama ratusan tahun. Jangan bawa-bawa isu daerah lain untuk juga disulut disini,” tegasnya.

Dalam menjaga kerukunan di Sumbar, Nasrul menjelaskan seluruh unsur selalu bergandengan tangan, mulai dari TNI/Polri, tokoh agama, adat, dan pemuda. Dengan kekuatan itu, Ia yakin, Sumbar tetap bersatu menjadikan Pancasila sebagai dasar dan pandangan bernegara untuk menangkal isu-isu yang menjurus pada upaya perpecahan.


“Isu lilin, ancaman organisasi intoleran pada masyarakat, apa nama isu-isu itu jangan dibawa juga ke Sumbar. Meski berbeda, kami disini tetap satu sikap. Gubernur juga selalu keluarkan pernyataan untuk menyatukan masyarakat,” pungkasnya. (Joni Abk)