Kejari Pasaman Usut Dugaan Korupsi Proyek Jalan Mapat Tunggul

"Jalan Kabupaten yang dianggarkan dari APBD Pasaman tahun 2016 dengan panjang sekitar 3 kilometer itu diduga dikerjakan tidak sesuai dengan kontrak kerja"
Kantor Kejari Pasaman (KLIKPOSITIF)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman, mulai mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan jalan di Pintu Padang - Botung Busuk, Kecamatan Mapat Tunggul, pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pasaman tahun 2016, dan saat ini telah masuk tahap penyidikan.

Jalan Kabupaten yang dianggarkan dari APBD Pasaman tahun 2016 dengan panjang sekitar 3 kilometer itu diduga dikerjakan tidak sesuai dengan kontrak kerja, sehingga diduga telah menyebabkan kerugian keuangan negara Rp900 juta.

"Kasus ini telah masuk tahap penyidikan dan telah tertuang dalam surat perintah penyidikan print 241/N.3.18/fd.l/5/2017," kata Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Adhryansyah, Selasa (6/6).

Menurutnya, dalam kasus tersebut kemungkinan akan menjerat beberapa pihak, seperti rekanan kontraktor, panitia pengadaan dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

"Kalau telah masuk dalam tahap penyidikan, dalam waktu dekat kita akan menetapkan siapa tersangkanya dalam kasus ini, namun untuk nama-namannya belum bisa kami publikasikan," kata Kajari.

Sementara itu, Kasi Datun Kejari Pasaman Therry, menambahkan saat ini tim telah memeriksa beberapa saksi dan sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk mengungkap dugaan kasus korupsi ini.

"Tim yang telah dibentuk sebanyak enam orang. Dalam masalah ini, kita telah memeriksa beberapa saksi termasuk satu orang saksi ahli di bidang teknis," terangnya.

Sehubungan dengan itu, awalnya kasus ini dilaporkan pada bulan Maret 2017. Dalam pekerjaan tersebut, dimenangkan oleh PT. RC dengan nilai kontrak Rp2 Milyar lebih.

Saat pekerjaan dilakukan, pihak ... Baca halaman selanjutnya