Forkopimda Pastikan Kota Solok Aman dari Isu dr. Fiera Lovita

"permasalahan yang terjadi saat ini tidak ada kaitannya dengan pergantin Kapolres, karena dalam Polri, rotasi dan mutasi adalah hal yang lumrah"
Jumpa pers jajaran Forkopimda Kota Solok. (istimewa)

KOTA SOLOK, KLIKPOSITIF -- Jajaran Forkopimda yang ada di Kota Solok menggelar pertemuan dengan wartawan di ruang lobi Walikota Lantai II, Balaikota Kota Solok, Jumat 9 Juni 2017 pagi. Pertemuan tersebut menitikberatkan kepada pembahasan masalah dr. Fiera Lovita yang dianggap mencoreng nama Kota Solok.

Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran tungku tigo sajarangan dan pimpinan daerah tersebut menghasilkan sejumlah poin untuk menyatakan jika Kota Solok tidak akan pernah terganggu isu yang memecah masyarakat. Ini membuktikan jika kota penghasil padi tersebut kondusif dari isu yang beredar.

Wakapolres Kota Solok, Kompol Sumintak yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan, apresiasinya kepada semua pihak, terlebih wartawan yang sudah berimbang dalam pemberitaan dan sesuai dengan fakta. Hal tersebut sangat membantu terciptanya kondisi yang kondusif di Kota Solok.

Selain itu, ditambahkannya, ada keinginan besar dari yang bersangkutan untuk mengembangkan karirnya di luar Sumbar yaitu, ke Jakarta karena ikut dengan suaminya. "Yang paling penting, permasalahan yang terjadi saat ini tidak ada kaitannya dengan pergantian Kapolres, karena dalam Polri, rotasi dan mutasi adalah hal yang lumrah," jelasnya.

Namun, Ketua LKAAM Kota Solok, Rusli Khatib Sulaiman mengatakan kecaman terhadap setiap aksi yang bisa memecah belah masyarakat Kota Solok. Dia menegaskan, lembaga adat tidak akan rela ada yang mengacau ketentraman masyarakat Kota Solok dan meminta proses hukum dilakukan dengan seadilnya.

"Kami dari Lembaga Adat tidak akan rela ada orang yang mengacau ketentraman masyarakat di Kota Solok yang dikenal cinta damai ini," paparnya.

Sementara, Bundo Kandung, Milda Murniati menyebut, Kota Solok adalah kota yang beradat dan setiap permasalahan yang ada selalu diselesaikan melalui Musyawarah ini. Menurutnya, yang harus dilakukan adalah bagaimana cara mengembalikan citra Kota Solok karena fakta yang dibuat terbalik oleh ... Baca halaman selanjutnya