Yudi Latief Harapkan Semangatnya Inklusif Refleksikan Keragaman Indonesia

" tiga deputi yang akan membantunya, yaitu Deputi Bidang Pengkajian dan Materi, Deputi Bidang Advokasi, serta Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi selain punya kecakapan, integritas, tapi juga harus merefleksikan keragaman Indonesia."
Kepala UKP-PIP, Yudi Latief usai bertemu Seskab Pramono Anung di Ruang Kerja Seskab, Jakarta, Jumat (9/6) (setkab)

JAKARTA, KLIKPOSITIF -- Kepala Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) Yudi Latif mengharapkan, tiga deputi yang akan membantunya, yaitu Deputi Bidang Pengkajian dan Materi, Deputi Bidang Advokasi, serta Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi selain punya kecakapan, integritas, tapi juga harus merefleksikan keragaman Indonesia.

"Ini kan bicara Pancasila, saya dengan susah payah mencari orang yang menggabungkan antara profesionalitas dan juga merepresentasikan agama. Tidak boleh dari satu agama saja," kata Yudi kepada wartawan usai bertemu dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, di ruang kerja Seskab, Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Jumat (9/6), seperti dikutip dari laman Sekretaris Kabinet.

Ditegaskan Yudi, dirinya sangat mengharapkan nantinya di dalam UKP PIP itu golongan-golongan politik yang berbeda juga terwakili. "Ada semangat inklusif sesuai dengan keinginan kita. Di bawah deputi itu ada Tenaga Ahli Utama, Tenaga Ahli Madya, dan selanjutnya-dan selanjutnya," ujarnya

Sesuai dengan tupoksi, lanjut Yudi, Deputi I utamanya memberikan semacam penyiapan bahan-bahan ajar untuk sekolah-sekolah sekiranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Menristek Dikti menjadikan lagi Pancasila sebagai pelajaran wajib.

"Bukan hanya yang sifatnya implisit tersamarkan di berbagai mata pelajaran tetapi kita harapkan Pancasila itu juga di pelajaran yang eksplisit," ucap Yudi.

Ia menjelaskan, kalau implisit di berbagai pelajaran Matematika, (Bahasa) Inggris, itu sekarang juga sudah jalan. Sementara Pancasila memerlukan mata pelajaran yang lebih eksplisit, mata pelajaran Pancasila, karena situasinya sudah hampir 20 tahun pelajaran itu hilang. “Kita harus mereinvestasikan itu,” ujarna.

Sementara mengenai Dewan Pengarah, Kepala UKP-PIP itu menjelaskan, bahwa Dewan Pengarah telah mengambil keputusan untuk sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan harus bertemu, melakukan ... Baca halaman selanjutnya