Polres Dharmasraya Masih Dalami Kasus Perampokan TNI Gadungan

"Hanya satu yang asli. Satu adalah mainan, yang satu lagi sudah dimodifikasi jadi pisau,"
Senjata yang digunakan TNI Gadungan untuk merapok di Jambi (KLIKPOSITIF/Cecep)

DHARMASRAYA, KLIKPOSITIF -- Kapolres Dharmasraya, AKBP Roedy Yoelianto mengungkapkan, hasil pemeriksaan tiga air softgun yang dimiliki komplotan perampokan yang diringkus di depan Mapolsek Pulau Punjung, Jum'at 9 Juni 2017 lalu, hanya satu yang benar-benar asli.

BACA JUGA: http://news.klikpositif.com/baca/15508/usai-merampok-mobil-di-jambi--tiga-tni-gadungan-bersenjata-diringkus?page=2

"Hanya satu yang asli. Satu adalah mainan, yang satu lagi sudah dimodifikasi jadi pisau," ungkap Roedy ketika dikonfirmasi KLIKPOSITIF, Sabtu 10 Juni.

Usai peringkusan itu, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan intensif, dan interogasi kepada ketiga pelaku. Hal itu, bertujuan untuk mendalami kasus.

"Kita masih mendalami kasus ini, termasuk jaringannya, dari mana mereka memperoleh senjata, dan lainnya," ujar mantan Kapolres Padangpariaman ini.

Sebelumnya, jelang berbuka puasa Jum'at 9 Juni 2017, diberitakan pihak kepolisian setempat telah menggerebek komplotan perampok usai beraksi di kawasan Muaro Bungo.

Pelaku perampokan yang diamankan pihak kepolisian setempat melakukan aksinya dengan berpura-pura sebagai anggota TNI ini.

Tiga kawanan perampok yang diamankan pihak kepolisian setempat yakni RPP (25) yang bekerja sebagai pedagang warga Pengambiran, Kota Padang, RPR (20) tukang ojek warga Pengambiran, Kota Padang, dan R (28) pengusaha rental mobil, warga Pasar Baru, Kabupaten Padang Pariaman.

Barang bukti yang turut diamankan, ada tiga pucuk senjata jenis air soft gun, sebuah sangkur dan uang tunai sebesar Rp500 ribu. Pelaku masih dilakukan interogasi untuk pengembangan dan penyidikan lebih lanjut. [Cecep]