Isu Pungut Biaya Pengangkatan CPNS Tenaga Kesehatan Merebak di Pasaman

"Dinas Kesehatan Pasaman membantah isu pungutan liar"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Amdarisman menyatakan tidak ada pungutan satu Rupiah pun untuk pengurusan 162 orang tenaga bidan dan dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kabupaten Pasaman yang akan diangkat untuk jadi CPNS, seperti isu yang berkembang saat ini.

"Atas nama Dinas Kesehatan, saya tidak tahu dengan isu di lapangan adanya pungutan sebesar Rp150 ribu perorang itu. Jadi betul atau tidaknya saya juga nggak tau," ujar Amdarisman ketika dikonfirmasi KLIKPOSITIF, Senin 12 Juni 2017.

Menurut Amdarisman, pihaknya tidak ikut terlibat dalam isu yang berkembang tersebut. "Kalaupun seandainya fakta di lapangan ada, saya yakin itu dilakukan oleh pihak-pihak tertentu," tegasnya.

Ia mengimbau kepada seluruh bidan dan dokter PTT yang lulus CPNS agar tidak percaya tentang pungutan tersebut, serta tidak memberi uang kepada siapapun.

"Percayalah CPNS pasca dari PTT pasti akan diangkat dan itu tinggal menunggu waktu, karena berkas sedang diproses di BKN, dan percayalah tidak ada yang bisa dimainkan," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Pasaman, Martayandra mengatakan untuk pengurusan CPNS dari PTT BKPSDM, pihaknya memiliki alokasi dana tersendiri.

"Kami tidak pernah meminta atau memungut biaya, sebab kami mempunyai dana perjalanan dinas untuk mengurus CPNS tersebut," katanya.

Menurut Martayandra, jumlah PTT bidan dan dokter yang akan diangkat menjadi CPNS sebanyak 162 orang, terdiri dari 156 bidan, tiga orang masing-masing dokter gigi dan dokter umum.

"Prosesnya saat ini 161 ... Baca halaman selanjutnya