Kiki Peluk Islam Setelah Bermimpi Tersesat di Makkah

Kiki Menerima Sertifikat Mualaf di KUA Sungai Dareh
Kiki Menerima Sertifikat Mualaf di KUA Sungai Dareh (ist)

DHARMASRAYA , KLIKPOSITIF -- Tuhan mencurahkan hidayah pada siapa yang dikehendakin-Nya. Maka berbahagialah dia. Tak terkecuali pada Riski Mariance.

Riski yang sebelumnya memeluk protestan mendapatkan hidayah , karena pinangan kekasih pujaan hatinya. Kepada KLIKPOSITIF , wanita kelahiran 27 tahun silam ini mengisahkan awal mula mendapatkan hidayah untuk memeluk agama Islam.

baca juga: Ketua DPRD Dharmasraya: Masyarakat Jangan Abaikan Protokol Kesehatan Selama Lebaran

Kisah itu berawal ketika dia mengenal sosok Azohir, yang kini telah menjadi suaminya. Singkat cerita, seiring berjalan waktu, diapun diajak untuk beranjak ke tingkat hubungan yang serius, membuka lembaran baru, yakni pernikahan.

"Dua tahun saling mengenal, abang (Azohir, red) mengungkapkan keseriusannya. Saat itu saya diminta untuk memeluk Islam, namun bukan dengan paksaan. Saat itu saya belum siap," kisah wanita kelahiran Kabupaten Muaro Bungo Provinsi Jambi ini.

baca juga: Ketua DPRD Dharmasraya Salurkan Ratusan Paket Beras pada Masyarakat

Dia mengakui, untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, bukan suatu perkara yang mudah.

Berjalan waktu, Kiki sapaan akrabnya justru menjadikan momentum tersebut untuk terus mendalami ajaran Islam. Dengan tidak bosan untuk terus bertanya pada teman dan kolega tentang kajian ke Islaman.

baca juga: 240 Mualaf di Kota Padang Terima Bantuan Paket Lebaran

Sampai suatu ketika, dalam tidur malamnya, dia bermimpi menginjakkan kaki di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah.

"Sekitar awal tahun lalu, saya mimpi berada di Makkah. Saya, ibu dan satu orang teman. Namun saat itu rasanya saya tersesat di dalam masjid. Saya terus mencari, baru dikerumunan jamaah di sekitaran Ka'bah, saya akhirnya menemukan ibu," kisahnya.

baca juga: Ditengah Pandemi COVID-19, Tahanan Polres Sijunjung Asal Mentawai Jadi Mualaf

Melalui mimpi itu, dia kemudian merasakan hal yang kontras. Ketenangan dan kenyamanan dalam menjalani hidup. Dari situlah, kemudian dia meyakini untuk berpindah keyakinan dan memutuskan untuk bersyahadat. Kemudian menikah sekitar dua pekan setelahnya.

"Tepatnya pada 6 Maret lalu. Saya bersyahadat di KUA Sungai Dareh," ucap anak ke tiga dari lima bersaudara ini.

Menjadi seorang muslimah, diakuinya juga, kini dia merasa lebih tenang dan lebih baik.

"Kedamaian hati, Kiki lebih dapat. Saat ada masalah, ndak gundah lagi. Yakin masalah ada jalan keluarnya," tambahnya.

Selain memulai untuk belajar shalat, di dalam bulan suci ini, Kiki juga menjalankan semua ibadah wajib lainnya, seperti berpuasa dan mengaji. Diapun berterimakasih karena suaminya terus menuntun.

"Shalat sudah bisa. Kalau puasa memang pada hari pertama agak berat, pastinya haus. Tapi sekarang sudah mulai terbiasa. Belum ada yang bolong. Mudah-mudahan bisa penuh. Kalau mengaji, kini sudah masuk Iqrak lima," ungkap wanita asli Medan, Sumatera Utara ini.

Kini, Kiki dan suaminya menjalani hidup dan bermukim di Jorong Koto Gadang, Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung.

[Cecep]

Penulis: Rezka Delpiera