Irigasi Batang Hari Ditutup, Seratusan Kelompok Tani Berhenti Beraktivitas

"Selama perbaikan, tidak ada kegiatan, baik itu pembibitan maupun pembesaran ikan. "
Anak-anak Bermain di Saluran Irigasi yang Kering (Cecep/Klikpositif)

DHARMASRAYA, KLIKPOSITIF -- Lebih dari seratus kelompok tani ikan air tawar di Dharmasraya harus berhenti beraktivitas. Terhentinya aktivitas kelompok tani karena dampak dari penutupan irigasi Batang Hari yang sedang dalam perbaikan.

Kabid Perikanan, Dinas Perikanan dan Holtikultura Dharmasraya, Yoyok Suharyo mengatakan, penutupan irigasi guna perbaikan itu memang berdampak pada kegiatan peternak ikan air tawar.

"Selama perbaikan, tidak ada kegiatan, baik itu pembibitan maupun pembesaran ikan. Semua stop," ungkap Yoyok kepada KLIKPOSITIF.

Sebelum penutupan pintu irigasi, katanya telah dilakukan sosialisasi dan pemberitahuan pada seluruh kelompok tani. Memang ada sekitar 50 persen yang masih mencoba tetap memelihara, hingga panen yang tidak cukup besar.

"Kita telah sosialisasikan jauh sebelum penutupan. Memang ada sebagian yang tetap bertahan. Jadi panen ikan tidak terlalu besar, sekitar 5 ekor perkilogramnya," ungkapnya.

Eko, (32) petani nila mengaku terpaksa memindahkan ikannya ke tambak.

"Masih kurang beratnya. Makanya dipindahkan ke tambak," sebutnya.

Pantauan KLIKPOSITIF, tampak kolam-kolam ikan yang ada di kawasan Sungai Duo, Kecamatan Sitiung kering. Petani ikan memilih untuk membersihkan kolam.

[Cecep]