Wagub Sumbar: Jangan Ada Peminta Sumbangan di Jalan Saat Mudik

"selain mengganggu kenyamanan pemudik, tukang mimta-minta yang berdiri di jalan akan bisa membayakan diri sendiri dan orang lain"
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Jalur alternatif menjadi lahan dan kesempatan bagi sebagian orang untuk melakukan pungutan atau semacam sumbangan. Menanggapi persoalan itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit melarang masyarakat melakukan pungutan saat mudik dan setelah Lebaran.

Kepala daerah harus mengantisipasi hal itu sedari dini. "Bupati dan Walikota harus cegah dan antisipasi masalah ini, sebab menjadi keluhan pemudik apalagi perantau yang akan pulang kampung sekitar satu juta orang nantinya," sebutnya usai Rapat bersama Komite III DPD RI, Selasa siang di Auditorium Gubernur.

Menurut Wagub, selain mengganggu kenyamanan pemudik, tukang mimta-minta yang berdiri di jalan akan bisa membayakan diri sendiri dan orang lain. "Imejnya juga tidak baik, apalagi kadang ada pemudik ini sekali-kali pulang, lihat yang seperti itu tentu tak bagus," katanya.

Dia menjelaskan, banyak potensi jalur alternatif yang akan dijadikan lokasi pemungutan sumbangan, seperti arah Bukittinggi di daerah Baso. Apalagi, kondisi jalan yang kecil menambah dan belokan sangat berpotensi terjadi kecelakaan. "Saya takutnya yang tukang minta-mintanya jadi korban dari pengendara," ungkap Wagub.

Selain itu, perilaku minta-minta di jalan sangat tidak elok, terlebih dilakukan saat mudik Lebaran. Perilaku itu akan menjadi pandang buruk orang lain terhadap suatu daerah. "Jangan rusak citra daerah kita," pinta Wagub.

Safar (46), warga Pessel menceritakan kepada KLIKPOSITIF, pengalaman mudiknya tahun lalu dari Pekanbaru sangat terganggu dengan praktek pungutan jalanan. Berbagai modus minta-minta di jalan, katanya, mulai dari bentuk perbaikan jalan, pos ronda hingga perbaikan tempat ibadah.

"Tidak satu titik saja saya alami hingga sampai di kampung, bahkan di jalan utama di Kecamatan Batang Kapas tidak pernah absen," katanya.

[Joni Abdul Kasir]