Kekurangan Air, Petani di Dharmasraya Ganti Padi dengan Palawija

Irigasi Batang Hari Kering karena perbaikan
Irigasi Batang Hari Kering karena perbaikan (Cecep/Klikpositif)

DHARMASRAYA , KLIKPOSITIF -- Selain menghentikan sementara waktu peternakan ikan, penutupan pintu irigasi Batang Hari juga berdampak pada pengairan untuk persawahan. Menanggulangi hal itu, petani kemudian mengganti tanaman padi dengan palawija.

Sugianto (45) petani sawah di Kenagarian Sungai Duo mengutarakan, langkah mengganti tanaman padi di sawah dengan tanaman palawija karena rentan waktu penutupan pintu irigasi yang cukup lama.

baca juga: Ketua DPRD Dharmasraya: Masyarakat Jangan Abaikan Protokol Kesehatan Selama Lebaran

"Lebih baik dimanfaatkan juga. Dari pada kosong," ungkap bapak tiga anak ini pada KLIKPOSITIF , Jum'at 16 Juni 2017.

Sama dengan Sugianto, Hairi (39) petani lainnya mengatakan, jika menunggu sekitar tiga sampai empat bulan lamanya, petani akan merugi. Sebab, kebanyakan petani tidak memiliki pekerjaan lain selain ke sawah.

baca juga: Ketua DPRD Dharmasraya Salurkan Ratusan Paket Beras pada Masyarakat

"Memang ada sebagian yang juga punya kebun karet. Tapi yang jelas, kesawah memang menjadi pekerjaan pokok. Makanya kini berganti ke palawija," sebutnya.

Hairi kemudian membagi tumpak sawahnya menjadi dua bagian. Yang ditanami jagung dan sayuran. "Mudah-mudahan ini akan membantu, sembari menunggu ke sawah lagi," ucapnya.

baca juga: Resmi Dilaunching, BLT Dana Desa di Dharmasraya Mulai Disalurkan

Wali Nagari Siguntur, Aswat mengatakan, petani sawah yang ada di Siguntur memang beralih untuk menanam jagung. Dia berharap, penghasilan petani tidak akan terlalu berbeda.

"Jagung kan tidak terlalu banyak memerlukan air. Petani juga bisa bekerjasama dengan Dinas Pertanian," ujarnya.

baca juga: Pulang dari Jatim, Seorang Santri Positif COVID-19 di Dharmasraya

[Cecep]

Penulis: Rezka Delpiera