HUT Ke-62 Kelatnas Perisai Diri, Dwi Soetjipto Pimpin Latihan Bersama di Padang

Ketua Umum Kelatnas Perisai Diri, Dwi Soetjipto meniup lilin kue HUT ke-62 Kelatnas Perisai Diri di Wisma Indarung
Ketua Umum Kelatnas Perisai Diri, Dwi Soetjipto meniup lilin kue HUT ke-62 Kelatnas Perisai Diri di Wisma Indarung (Humas PT Semen Padang)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Sejak didirikan 2 Juli 1955 di Surabaya, Jawa Timur, hingga sekarang Keluarga Silat Nasional Perisai Diri (Kelatnas PD) terus berkembang hingga ke penjuru dunia. Beberapa di antaranya, Australia, Belanda, Inggris, Jepang, Swedia, Jerman dan Perancis.

Oleh sebab itu, Ketua Umum Kelatnas Perisai Diri , Dwi Soetjipto, berpesan kepada seluruh pesilat Kelatnas Perisai Diri untuk tidak merasa sendirian. "Jangan merasa sendirian, Perisai Diri ini ada dimana-mana," kata Dwi Soetjipto dalam sambutannya di acara HUT ke-62 Kelatnas Perisai Diri yang digelar di Wisma Indarung, Padang , Minggu, 2 Juli 2017.

baca juga: Masjid di Tanah Datar Mulai Laksanakan Salat Jumat

Perayaan HUT ke-62 Kelatnas Perisai Diri itu berlangsung sederhana dan ditandai dengan peniupan lilin ulang tahun dan pemotongan kue. Usai perayaan HUT tersebut, pelatih Kelatnas Perisai Diri Padang bersama puluhan atlet kemudian latihan bersama di Wisma Indarung. Latihan bersama itu dipimpin langsung oleh Dwi Soetjipto.

Lebih lanjut mantan Direktur Utama PT Pertamina itu juga menyebut Kelatnas Perisai Diri yang juga sering disebut dengan PD, merupakan salah satu anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), induk organisasi resmi pencak silat Indonesia di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

baca juga: Positif Covid-19, BM Sempat Mengikuti Rapat di Kantor Bupati dan DPRD Solsel

Kelatnas Indonesia Perisai Diri ini juga salah satu dari 10 perguruan pencak silat yang mendapatkan predikat Perguruan Historis Pencak Silat , karena memberikan kontribusi dan pengaruh terhadap sejarah perkembangan IPSI, serta pencak silat secara umum pada era awal terbentuknya IPSI.

PD, kata Dwi, juga singkatan dari Pak Dirjo yang merupakan tokoh penting dalam Kelatnas Perisai Diri . "Pak Dirjo atau yang dikenal dengan nama R.M. Soebandiman Dirjoadmojo, adalah pendiri Kelatnas Perisai Diri ," ujar mantan Dirut PT Semen Padang itu.

baca juga: Setelah Diambil Sampel Swab ASN Solsel Dilarang Keluar Rumah

Pak Dirjo, lanjutnya, lahir di Yogyakarta pada tanggal 8 Januari 1913 di lingkungan Keraton Paku Alam. Dia adalah putra pertama dari R.M. Pakoe Soedirdjo, buyut dari Paku Alam II. "Sejak berusia 9 tahun dia telah dapat menguasai ilmu pencak silat yang ada di lingkungan Keraton, sehingga mendapat kepercayaan untuk melatih teman-temannya di lingkungan daerah Paku Alaman," terang Dwi.

Lahir untuk Silat

baca juga: Jelang Penerapan New Normal, DPRD Payakumbuh Gelar Rapat Pansus

Dwi juga menyebut sebelum mengenal Kelatnas Perisai Diri , dirinya juga pernah belajar bela diri lainnya. Namun karena merasa tidak puas, akhirnya dia masuk Kelatnas Perisai Diri di kampung halamannya di Surabaya.

"Perisai Diri saya kenal melalui teman saya. Waktu itu saya masih SMP. Begitu masuk, saya langsung jatuh cinta dengan Kelatnas Perisai Diri ," ungkap mantan Dirut Semen Indonesia itu yang memulai karir di PT Semen Padang , perusahaan semen yang berada di bawah Semen Indonesia.

Dwi bisa dikatakan bahwa dirinya, lahir untuk silat . Sebab, sejak bergabung dengan Kelatnas Perisai Diri , Dwi terus giat berlatih hingga menjadi seorang pelatih. Kemudian begitu memulai karir di PT Semen Padang , Dwi yang dijuluki dengan "Pendekar Semen" itu, kemudian mengembangkan Kelatnas Perisai Diri di Padang pada tahun 1986, tepatnya di Kompleks PT Semen Padang , di Indarung.

"Begitu mulai bekerja di PT Semen Padang , saya berpikir untuk berbuat sesuatu untuk masyarakat Sumbar . Karena sejak kecil sudah cinta dengan Perisai Diri, makanya saya kembangkan Perisai di sini, meskipun di Ranah Minang ini sudah kaya dengan Pencak Silat ," bebernya.

Dwi bersyukur kehadiran Kelatnas Perisai Diri di Ranah Minang ini langsung diterima oleh IPSI Sumbar . Bahkan hingga sekarang, Perisai Diri Padang terus berkembang dan memberikan kontribusi kepada IPSI. Buktinya, sudah banyak pesilat Perisai Diri Padang yang menjadi atlet Nasional.

"Menurut saya, ini merupakan prestasi yang luar biasa. Saya bangga dan bersyukur bahwa Perisai Diri Padang terus berkembang dan memberikan kontribusi kepada IPSI Sumbar . Saya harap, kontribusi ini terus lebih ditingkatkan lagi," bebernya.

Sementara itu, Wakil Pelatih Kelatnas Perisai Diri Padang , Yuharmen, menyebut, Kelatnas Perisai Diri yang dikembangkan Dwi Soetjipto di Padang , juga mempengaruhi karakter atlet. Bahkan, kata Yuharmen, sudah banyak atklet Perisai Diri yang sukses disegala bidang pekerjaan.

"Atlet Kelatnas Perisai Diri Padang ini banyak yang sukses. Ada yang jadi TNI dengan pangkat Kolonel, dan ada juga yang menjadi pejabat. Menurut saya, kesuksesan tersebut secara tidak langsung juga dipengaruhi oleh pendidikan karakter di Kelatnas Perisai Diri Padang . Sebab, selain silat , Kelatnas Perisai Diri ini juga menjadi tempat untuk pembentukan karakter para atlet," kata Yuharmen.(*)

Penulis: Riki S