Antisipasi Paham Radikal, Ini yang Dilakukan Kesbangpol Sumbar

"Selain memperketat keamanan, Kesbangpol mengaku telah berkoordinasi dengan lintas fungsi"
Nazwir (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar, Nazwir, mengatakan hingga saat ini pihaknya terus memantau kemungkinan adanya pergerakan dan perkembangan kelompok terorisme atau paham radikalisme di Sumbar.

Kemudian, pihaknya juga memantau orang-orang baru yang masuk ke wilayah Sumbar. Dikhawatirkan, orang-orang baru itu ikut menjadi pemicu tersebarnya Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS).

"Kami selalu waspada untuk masalah ini. Jangan sampai ada warga Sumbar yang ikut tergabung dengan aliran itu. Melalui imigrasi, kita punya tim pora, jadi tim pora ini juga saling melakukan pengawasan. Baik orang Indonesia sebagai tenaga kerja, maupun sebagai turis," kata Nazwir.

Selain memperketat keamanan, ia juga telah berkoordinasi dengan lintas fungsi, mulai jajaran Kepolisian, TNI, hingga BINDA (Badan Intelejen Daerah). Kerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat juga dijalin sebagai langkah cepat memerangi aksi terorisme.

Ia mengatakan, memberantas terorisme bukanlah hal yang mudah. Bahkan katanya, bibit-bibit terorisme tidak dapat langsung dibersihkan secara massal. Menurutnya, kelompok ini memiliki ideologi yang kuat, dan dimungkinkan terus melakukan perekrutan dan pengkaderan di daerah-daerah.

Meski demikian, ia menilai ajaran yang tumbuh di Sumbar hingga saat ini umumnya belum mengarah pada paham radikal atau terorisme, walaupun beberapa pelaku teror sempat bersembunyi atau tertangkap di daerah ini.

"Kalau saat ini kondisi di Sumbar, Alhamdulillah masih aman. Mudah-mudahan stabilitas keamanan dan kenyamanan di Sumbar tetap terjaga," pungkasnya.

[Joni Abdul Kasir]