Maraknya 'Tukang Pakuak', Oni Yulvian: Ini yang Merusak Pariwisata Sumbar

"Dia meminta kepada pihak pengelola untuk menetapkan tarif karcis masuk sewajarnya saja"
Tempat wisata Puncak Lawang, Kabupaten Agam. (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Oni Yulvian menilai pihak swasta pengelola lokasi wisata masih memanfaatkan momen dalam mematok tarif. Hal itu ditandai dengan keluhan yang muncul di beberapa objek wisata di Sumbar. Dia meminta kepada pihak pengelola untuk menetapkan tarif karcis masuk sewajarnya saja.

"Selama lebaran Idul Fitri kemarin, ada laporan terkait mahalnya karcis masuk di Wisata Puncak Lawang yang ada di Kabupaten Agam yakni sebesar Rp25 ribu. Kondisi yang demikian jika bergerak dari sisi pemerintah akan sulit. Karena, Puncak Lawang dikelola oleh pihak swasta dan bukan pemerintah," katanya, Jumat 7 Juli 2017.

Oni khawatir, jika hal tersebut tidak segera diubah, maka wisata di Sumbar bisa dinilai buruk di mata pengunjung. Padahal, wisata yang dikelola oleh pemerintah telah memberikan kenyamanan dan tidak ada istilah memainkan tarif sesuka hati. Mereka perlu juga memikirkan akibatnya.

Menurutnya, jika ingin wisata di Sumbar menjadi tujuan utama wisatawan lokal ataupun asing, perlu ada cara untuk memberikan kenyamanan terhadap para wisatawan dan bukan malah memanfaatkan momen dengan cara menetapkan tarif dengan jumlah yang terlalu mahal.

"Dampaknya lokasi itu bisa tidak dikunjungi oleh wisatawan di masa mendatang. Jadi, kepada pengelola wisata, mau lokasi wisatanya dikunjungi untuk tahun ini saja atau tetap dikunjungi hingga masa mendatang," katanya.

Untuk itu, Dinas Pariwisata Sumbar berharap kepada pihak swasta agar jangan menetapkan tarif sesuka hari, karena hal tersebut akan membuat lokasi wisata yang dinilai mahal itu sepi pengunjung. "Jika ingin selalu dikunjungi, maka berikanlah rasa nyaman itu seperti halnya tarif karcis," tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyayangkan persoalan yang terjadi beberapa objek wisata di Sumbar, mulai dari mahalnya tarif masuk ke lokasi objek wisata hingga keberadaan "tukang pakuak" saat lebaran. ... Baca halaman selanjutnya