Aksi Solidaritas YY: Pemerintah Harus Memperkuat Pendidikan Moral Dalam Kurikulum Sekolah

"Kita sebagai bangsa, dan tentu saja kejadian tersebut menjadi ancaman bagi semua perempuan di Indonesia, yang bisa jadi adalah anak perempuan kita, teman, kakak, bibi, atau tetangga kita"
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Demokrasi (FMD) berunjuk rasa di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (8/5). Mereka meminta pemerintah agar serius dalam menangani segala bentuk kriminalisasi dan kekerasan terhadap kaum perempuan. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

KLIKPOSITIF -- Aksi Solidaritas YY untuk menyuarakan keprihatinan terhadap kasus siswi yang diperkosa dan dibunuh oleh 14 tersangka di Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, digelar di 14 kota di Indonesia, Minggu, 8 Mai 2016.

Di Jakarta, aksi keprihatinan yang menimpa YY, pelajar SMP Negeri 5 Kecamatan Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejanglebong itu, digelar di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

Dalam aksi tersebut, koordinator aksi, Raja Juli Antoni meminta pemerintah memperkuat pendidikan moral dalam kurikulum sekolah, karena kekerasan yang menimpa YY beberapa waktu lalu merupakan tamparan buat bangsa Indonesia.

"Kita sebagai bangsa, dan tentu saja kejadian tersebut menjadi ancaman bagi semua perempuan di Indonesia, yang bisa jadi adalah anak perempuan kita, teman, kakak, bibi, atau tetangga kita," kata Raja Juli dalam orasinya.

Aksi di Bundaran HI itu dihadiri sekitar 100 warga yang sebagian besar merupakan ibu-ibu. Raja Juli Antoni mengatakan yang lebih memprihatinkan adalah para pelaku tindakan kekerasan ini di antaranya dilakukan oleh anak-anak yang masih menempuh pendidikan di bangku sekolah.

Ia juga menuturkan bahwa pihak kepolisian menyatakan telah menangkap 12 dari 14 pelaku pengeroyokan dan pemerkosaan, serta penganiayaan. Dari 12 orang itu, tujuh di antaranya berstatus anak-anak dan lima lainnya dewasa.

Terkait dengan kasus tersebut, pria yang akrab disapa Toni ini menilai penguatan pendidikan moral dalam kurikulum sekolah perlu segera diinisiasi pemerintah.

"Sekarang, anak sekolah lebih banyak disuruh menghafal rumus, tapi internalisasi nilai moral kurang. Jadi ada masalah di sini, yang mana pendidikan gagal membebaskan masyarakat dari kekerasan," katanya menambahkan.

Oleh karena itu, menurut dia, kini pemerintah perlu kembali mengintervensi kurikulum sekolah dan memperbanyak pelajaran yang "menggiring" anak-anak menjadi sadar moral sejak dini.

Gerakan yang digelar ... Baca halaman selanjutnya