Kasus Penemuan Bayi di Kampus, Polisi Akan Panggil Pihak Unand

"Pihak kampus akan dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan"
Tas yang berisi janin bayi saat ditemukan di kawasan Kampus Unand Padang (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago)

PADANG, KLIKPOSITIF-- Pihak kepolisian dari Polsek Pauh akan memanggil pihak Kampus Universitas Andalas (UNAND) dalam perkara penemuan jenazah bayi di samping Fakultas Teknik pada Rabu 26 Juli 2017 kemarin. (Baca : Janin Bayi Ditemukan di Kampus Unand, Ini Kondisinya)

"Ya, kami akan memanggil pihak UNAND untuk memberikan kesaksian dari penemuan bayi tersebut," ujar Kapolsek Pauh, Kompol Alwi Haskar, Kamis 27 Juli 2017 saat dihubungi KLIKPOSITIF.

"Besok kami akan panggil pihak security yang berada di lokasi dan yang melaporkan kejadian tersebut," lanjutnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi yang menemukan tas tersebut dan saksi itu merupakan anak-anak.

Ia menegaskan, jika tertangkap nantinya, orang tua dari jenazah bayi itu akan dikenakan sanksi pasal 338 dan 340 KUHP tentang pembunuhan dan Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang aborsi.

"Jika bayi tersebut hidup saat dilahirkan, maka akan dijerat pasal 338 jo 340 KUHP. Tetapi karena bayi itu meninggal dunia dalam kandungan, kami akan kenakan sanksi Undang-undang aborsi," tutupnya.

Baca juga : Ini Kronologis Penemuan Jenazah Bayi di Unand

[Halbert Caniago]