Secercah Harapan Ramli Injakan Kaki di Tanah Suci

Ramli (62) yang menderita gagal ginjal gagal berangkat ke tanah suci Makkah, memperlihatkan tas haji di kediamannya, Minggu (30/7)
Ramli (62) yang menderita gagal ginjal gagal berangkat ke tanah suci Makkah, memperlihatkan tas haji di kediamannya, Minggu (30/7) (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Setelah dinyatakan tidak bisa berangkat haji pada Kamis 27 Juli 2017 lalu, Ramli (62) yang menderita gagal ginjal, dan harus melakukan cuci darah satu kali dalam 10 hari, masih menggantungkan sepercik harapannya untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Ramli tergabung dengan kloter satu embarkasi Padang yang telah berangkat pada Jumat (28/7) gagal berangkat karena terkendala aturan dari pemerintah, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2016 Tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji , meski ia telah siap menerima resiko di tanah suci karena penyakitnya yang dideritanya tersebut.

baca juga: Pemerintah Siap Operasikan Tol untuk Dukung Perbaikan Ekonomi

"Saya masih berharap bisa berangkat, meski nanti dimasukan dalam kloter terakhir dan waktunya dipersingkat. Saya gagal berangkat setelah buku kesehatan saya tidak keluar pada 16 Juli 2017, dan saya sudah coba urus ke Dinas Kesehatan Kota Padang agar bisa berangkat, namun hingga akhirnya pada Jumat kemaren saya benar-benar gagal diberangkatkan," katanya sambil memegang tas haji bewarna orange saat dikunjungi KLIKPOSITIF di rumahnya yang terletak di kawasan Perumaan Filano, Blok F Nomor 03, Kelurahan Kalumbuak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang .

Keinginan Lelaki yang mengajar di Universitas Negeri Padang (UNP) sejak 35 tahun lalu tetap kuat ingin menginjak tanah suci Makkah, ditunjukan dengan tangan sebelah kanannya yang masih tetap memakai gelang yang diberikan oleh panitia pelaksana haji .

baca juga: Ini Riwayat Kontak dan Perjalanan Pelaut Positif COVID-19 di Agam

Ia mengatakan bahwa dirinya telah memperoleh nomor sheet pesawat untuk keberangkatan menuju Mekah untuk menunaikan ibadah haji .

Meskipun telah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut jika terjadi sesuatu hal di Mekkah saat menunaikan ibadah haji , ia tetap dinyatakan tidak bisa berangkat haji .

baca juga: Mulyanto Minta Konfirmasi Dugaan Adanya Kartel Harga BBM

"Saya sudah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut, begitu pun anak dan istri saya," katanya.

Ia mengatakan bahwa dirinya berani menyatakan akan pergi karena ia masih merasa sehat dan merasa kesehatannya tidak akan terkendala.

baca juga: Kemendikbud Disarankan Buka Sekolah Secara Bertahap

"Saya sebenarnya sehat dan tidak ada masalah dengan penyakit saya ini. Naik ke lantai empat Gedung Kampus saja setiap hari saya masih sanggup," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa dirinya tahu penyakit yang dideritanya sudah sejak tiga tahun yang lalu dan ia sudah mendaftar haji sejak tujuh tahun yang lalu.

Ia mengatakan bahwa dirinya terus berjalan setiap pagi di sekitar rumahnya untuk menjaga kesehatannya. "Saya biasanya jalan pagi sejauh 800 meter bahkan sampai 1000 meter setiap hari," sambungnya.

Ia merasa dirinya sangat siap dalam hal kesehatan untuk melaksanakan haji , tetapi kesempatannya itu terhalang oleh aturan pemerintah.

"Saya sebenarnya sedikit kecewa, tetapi tidak terlalu bermasalah, tapi istri saya yang sudah berangkat selalu menangis karena tidak bisa berangkat bersama saya," sambungnya.

Ia mengatakan bahwa Istrinya yang bernama Agusnizarmi (59) telah berangkat ke Tanah Suci bersama seluruh anggota cloter pertama lalu.

"Alhamdulillah istri saya sudah berangkat dan sudah menelpon saya tadi malam ia masih sedih," katanya.

Ia masih menggantungkan harapannya kepada panitia pelaksana dan pemerintah untuk dapat menunaikan ibadahnya sebagai seorang muslim.

[Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri