Dharmasraya Butuh Panti Anak Tersandung Kasus dan Panti Jompo

"Kalau tidak bisa membangun, minimal kita menyewa"
Ilustrasi (Net)

DHARMASRAYA, KLIKPOSITIF -- Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Kabupaten Dharmasraya, Dwi Andayani menyebut, Kabupaten Dharmasraya sangat membutuhkan adanya panti khusus anak tersandung kasus dan panti jompo.

"Kalau tidak bisa membangun, minimal kita menyewa," ungkap Dwi kepada KLIKPOSITIF, Senin 31 Juli 2017.

Katanya, panti tersebut menjadi sangat dibutuhkan, sebab di Dharmasraya warga lanjut usia yang tinggal sebatang kara sudah cukup banyak. Hal sama juga terjadi pada anak yang berhadapan dengan hukum.

"Panti ini khusus anak yang berhadapan dengan hukum, tapi tidak bisa lagi diterima di masyarakat. Karena jumlahnya sudah sangat banyak. Saat ini untuk menitipkan anak yang berhadapan dengan hukum dan merehabilitasinya, kita menumpang ke kabupaten lain, seperti di Pariaman, Lubuk Alung, Padang Panjang, dan lainnya," ungkapnya.

"Lansia juga banyak. Di Sitiung ada lansia yang sudah sangat renta, tinggal sebatang kara," tambah Dwi.

Kebutuhan panti untuk anak berhadapan dengan hukum, sebab, katanya banyak kasus yang terjadi, sehingga korban tersebut tidak lagi diterima di masyarakat. Biasanya kasus yang sering terjadi adalah kasus pelecehan seksual atau pencabulan.

"Di Dharmasraya sudah sering terjadi. Biasanya korban berlatarbelakang keluarga broken home. Beberapa kasus sudah vonis sidang. Anak ini lah yang membutuhkan panti. Mereka malu untuk kembali ke masyarakat," sebutnya.

Katanya, untuk membangun memang membutuhkan biaya yang besar dan ketersediaan lahan yang juga harus bersertifikat. Namun, jalan terdekat tentu dengan menyewa tempat.

"Tahun lalu sudah kami anggarkan sebesar Rp200 juta, untuk sewa tempat dan kebutuhan penyelenggaraan selama setahun. Rencanannya bisa langsung disandingkan untuk jompo dan anak ... Baca halaman selanjutnya