Petani Sumbar Bisa Dapat Rp6 Juta Jika Gagal Panen, Ini Programnya

"Petani bisa mengikuti program ini untuk mendapatkan santunan jika gagal panen"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PADANG, KLIKPOSITIF-- Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Candra, mengatakan pemerintah menyediakan kuota sebanyak 34 ribu hektare (ha) untuk Asuransi Usaha Tani di Sumbar. Namun dari jumlah tersebut, hanya 850 ha saja yang baru diasuransikan.

Menurut Candra, masalah itu disebabkan kurangnya sosialisasi dari kabupaten dan kota, padahal program asuransi petani sudah berjalan sejak 2013 lalu.

"Banyak petani yang tidak tahu, padahal biayanya sangat murah," sebut Candra saat ditemui KLIKPOSITIF, Rabu 2 Agustus 2017 di ruang kerjanya.

Program itu kata Candra dilakukan sebagai bentuk upaya pemerintah dalam mensejahterakan petani. Ia menjelaskan setiap satu hektare lahan petani yang diasuransi, dibebankan biaya asuransi sebesar Rp180 ribu. Namun untuk biaya asuransi itu petani hanya membayar premi Rp36 ribu saja, karena sisanya disubsidi atau ditanggung oleh pemerintah. 

Dengan membayar Rp36 ribu per-hektare, petani akan mendapatkan santunan sebesar Rp6 juta per-hektare jika mengalami gagal panen.

Candra juga menyebut, PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo ditunjuk sebagai satu-satunya pelaksana program tersebut. "Diasuransikan setiap kali turun tanamam," jelas Candra.

Candra juga menilai, ketidaktahuan petani dalam program ini, karena kurang fokusnya kabupaten dan kota dalam program tersebut. Padahal petugas pertanian telah disebar sampai ke tingkat yang paling bawah seperti petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

"Pertanyaannya, apakah mereka bekerja, kabupaten dan kota bergerak tidak? Jangan alasan petani keberatan, tidak mau ikut. Coba pikir, hanya dengan Rp36 ribu atau dua bungkus rokok, masa petani gak mau, gak masuk akal kan," katanya.

Ia berharap Kepala Dinas Pertanian kabupaten dan kota bisa mewanti-wanti kepada bawahannya agar melaksanakan program tersebut dengan maksimal. "Kasihan petani, gagal panen ... Baca halaman selanjutnya