Darisman: Terkait Bibit Inpago, Hal Ini Buktikan Dinas Pertanian Sumbar Asal Bicara

"Kadis Pertanian Sumbar jangan asal ngomong, beliau bilang Inpago tidak layak, padahal sebelum pengering irigasi Batang Hari petani sudah menanam Inpago"
Penanaman bibit invago di Kecamatan Koto Baru dengan BPTP Sumbar dengan luas lahan 10 Ha (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Darisman menbantah pernyataan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar Candra bahwa bibit Inpago belum tentu cocok didaerah tersebut. Bantahan itu dibuktikan dengan penanaman bibit padi lahan kering atau gogo rancah tersebut seluas 10 hektare di Kecamatan Koto Baru, bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat (BPTP Sumbar).

"Kadis Pertanian Sumbar jangan asal ngomong, beliau bilang Inpago tidak layak, padahal sebelum pengering irigasi Batang Hari petani sudah menanam Inpago, cuma kami menamainya padi ladang, kemarin kami juga telah melakukan penanaman dengan bekerja sama dengan BPTP Sumbar," kata Darisman Kepada KLIKPOSITIF, Minggu (6/8).

Darisman juga menyesalkan pernyataan Candra tersebut, padahal sebelumnya Bupati Dharmasraya telah melayangkan surat kepada Direktorat Kementerian Tanaman Pangan Direktorat Pembenihan Kementerian Pertanian untuk bantuan alokasi bibit. Bahkan balasan dari surat tersebut tim teknis dari pusat bersama tim TP4 Kejaksaan Agung turun kelapangan dan menyatakan cocok untuk dilakukan penanaman. Namun akibat rekomendasi dari provinsi tidak diterbitkan maka pusat membatalkan permohonan itu.

"Sewaktu tim pusat turun, didampingi dari dinas provinsi, semua menyatakan layak termasuk yang dari provinsi. Candra itu menjilat ludahnya sendiri, memang waktu survei bukan Dia yang datang tapi bawahannya tapi itukan mewakili kedinasan,"ungkapnya.

Menurut Darisman, kecil pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT) tidak mutlak kesalahan daerah, berbagai upaya telah dilakukan untuk mensiasati kekeringan akibat pengeringan proyek irigasi termasuk permintaan bibit gogo ke pemerintah pusat.

"Pertengahan bulan Mei bupati sudah menyurati dirjen tanaman pangan, kemudian bulan Juli kami secara kedinasan juga melayangkan surat kepada Mentan dengan tembus kepada dinas provinsi dan gubernur. Sekarang ... Baca halaman selanjutnya