Petani Dharmasraya Serbu Kantor Dinas Pertanian Sumbar

Suasana diskusi antara petani dengan pemerintah provinsi di Kantor Dinas Pertanian Sumbar
Suasana diskusi antara petani dengan pemerintah provinsi di Kantor Dinas Pertanian Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Puluhan petani yang tergabung dalam beberapa kelompok tani Dharmasraya mendatangi Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar , Senin 7 Agustus 2017. Dalam aksi damai yang mereka usung, mereka meminta penjelasan pemerintah provinsi kenapa tidak memberikan rekomendasi ke Dirjen Pembenihan sehingga bantuan bibit inpago terancam batal mereka dapatkan.

"Kami sudah siapkan lahan, nyatanya hingga saat ini belum ada nongol tu bibit. Jangan karena perseteruan antar kadis atau antara kabupaten dan provinsi petani dikorbankan," sebut Samsuarman selaku Ketua Kelompok Tani Limau Kapeh.

baca juga: Pemuda Tiku Positif Corona, Ini Rincian 58 Orang yang Kontak

Katanya, sejak awal Juni petani tidak menghasilkan sama sekali, pasalnya lahan mereka mengalami kekeringan akibat pembangunan Irigasi Batang Hari di daerah tersebut.

Mereka menuntut kepastian kapan bibit lahan kering itu bisa disalurkan. "Kami ke Padang ini pak, ingin kepastian kapan bibit bisa turun, soal surat menyurat kami tidak tahu menahu," ungkapnya.

baca juga: Ketua DPRD Dharmasraya: Masyarakat Jangan Abaikan Protokol Kesehatan Selama Lebaran

Keluhan juga disampaikan Kamso, Ketua Kelompok Tani Lubuk Biti, sejak awal Juli 2017 petani tidak bisa berbuat apa-apa padahal lahan sudah tersedia. "Kami petani tulen tidak tahu surat menyurat itu. Kasihan kami pak, hingga kini sawah kami belum juga ditanam," sebutnya.

Terkait kelayakan untuk bibit inpago di Dharmasraya , Kamso mengaku ikut mendampingi tim teknis dari pusat bersama tim TP4 Kejaksaan Agung turun ke lapangan. Saat itu juga dihadiri oleh perwakilan dari provinsi dan menyatakan cocok untuk dilakukan penanaman.

baca juga: Ini Kabar Baik Terkait Penanganan COVID-19 di Agam

"Soal layak tidaknya, nenek moyang kami sejak jaman Belanda sudah menanam bibit inpago, namun kami menyebutnya padi ladang," jelas Kamso.

Ia berharap bibit tersebut bisa segera diberikan kepada petani sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan. "Kalau tidak bisa, jelaskan tidak bisa. Ini nggak, kami jadi terkatung-katung," tegasnya.

baca juga: 87 Swab Negatif, Kasus di Bukittinggi Tetap 17

Menjawab keluhan dari petani Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar Candra menerangkan rekomendasi provinsi belum dikeluarkan karena belum adanya usulan dari Kabupaten Dharmasraya secara resmi. Sebab sesuai dengan prosedur bantuan pusat, provinsi sebagai perpanjangan tangan pusat bertanggung jawab penuh untuk pertanggungjawaban program tersebut.

"Sekarang petani minta saja Dinas Pertanian Dharmasraya untuk memasukkan usulan kepada kami. Atas dasar usulan itu nanti akan kami teruskan ke pusat. Hari ini masuk usulan hari ini juga kami rekomendasikan. Tapi apakah persediaan bibit ada atau tidak?, coba tanyakan ke Bambang! Kan Dia yang langsung mengurus kepusat itu," jelasnya.

" Dharmasraya itu terlalu banyak persoalan, selain Luas Tambah Tanam (LTT) tidak mencapai target, laporan penanaman jagung hingga hari ini juga belum ada," sambung Candra.

Sementara Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Dharmasraya Hendriman berjanji akan menyiapkan administrasi pengusulan ke provinsi dalam waktu dekat termasuk CPCL (Calon Petani Calon Lahan) yang harus dipenuhi.

"Sudah beberapa bulan ini petani tidak menghasilkan, untuk pengusulan administrasi saya pastikan siap minggu ini, paling lambat Rabu lusa usulan sudah ada di provinsi," katanya.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Iwan R