Sopir Angkot di Bukittinggi Mogok Tolak Go-Jek, Siswa dan Warga Terlantar

"Ketua Organda Syafrizal berharap angkot kembali beroperasi."
Sopir angkot memarkirkan mobilnya di depan gedung DPRD Bukittinggi. Mereka melakukan mogok massal menolak kehadiran tranportasi berbasis aplikasi, Go Jek. (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI,KLIKPOSITIF -- Ratusan sopir angkot mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di depan Gedung DPRD Bukittinggi, Kamis (10/8). Sopir angkot ini berdemo dengan melakukan mogok massal dan menuntut DPRD agar segera menolak dioperasikannya transportasi berbasis aplikasi, Go-Jek.

Angkot-angkot tersebut diparkirkan dari mulai Jalan Sudirman-DPRD. Praktis, sejak pukul 08.00 wib, aktifitas transportasi angkot lumpuh total sebab semuanya terkonsentrasi di DPRD.

"Saya hanya sempat bawa penumpang sekali trip saja, itu pun anak sekolahan. Setelahnya ya di sini," sebut seorang sopir yang enggan disebutkan namanya. Akibatnya, ratusan anak sekolah maupun warga terlantar sebab kesulitan mendapatkan transportasi.

BACA JUGA: Tolak Gojek, Sopir Angkot Bukittinggi Demo ke DPRD Besok

Ketua Organda Syafrizal berharap angkot kembali beroperasi. "Segala aspirasi sudah kita tampung, selanjutnya kita harapkan kembali beroperasi," ujarnya. Namun, ajakan dari Organda, dibantah keras oleh para sopir angkot yang berdemo. "Kami tak akan pulang dan menambang," teriak para pendemo.

Kata para pendemo, mereka tak pulang maupun beroperasi sebelum ada solusi yang jelas dari DPRD. "Kita akan tunggu sampai selesai, hari ini tak akan beroperasi," teriak massa.

Saat ini, perwakilan angkot sedang melakukan pembicaraan mendalam dengan pihak DPRD. Sementara, ratusan sopir angkot memilih bertahan di depan gedung DPRD.

[Hatta Rizal]