Gubernur Desak Kemenlu Bebaskan Mahasiswa Asal Sumbar di Mesir

"Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo masih belum mengetahui apa alasan pasti terkait penahanan itu"
Muhammad Hadi (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk segera mengambil langkah terkait pembebasan dua mahasiswa Al Azhar Kairo asal Sumbar yang ditahan oleh otoritas keamanan setempat sejak 1 Agustus lalu karena masuk ke wilayah terlarang.

"Saya atas nama pemerintah provinsi hanya bisa mendesak Kemenlu supaya memfasilitasi duta besar Indonesia untuk Mesir segera menyelesaikan masalah ini, sebab merekalah perpanjangan tangan kita disana," katanya pada KLIKPOSITIF.

Baca Juga : Keluarga Mahasiswa Minang yang Ditangkap di Mesir Minta Bantuan Pemerintah

Ia menghimbau kepada mahasiswa yang menimba ilmu di negara serta wilayah rawan konflik untuk tidak terlibat melakukan kegiatan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. "Kami tentu menghimbau agar mahasiswa kita jangan terlibat dengan perselisihan konflik politik di mesir," ujarnya.

Harapannya lagi kedepan tidak ada lagi mahasiswa asal Sumbar yang menimba ilmu di Kairo ditangkap oleh aparat keamanan setempat. "Laksanakan keperluan saja. Disana kuliah mencari ilmu, ya belajar saja. Tidak usah terbawa arus ikut politik pula," tutur Irwan.

Baca Juga : Mahasiswa Minang Ditangkap di Mesir, Ini Imbauan KBRI

Duta Besar Indonesia untuk Kairo Helmy Fauzy membenarkan terjadi penahanan atas 2 mahasiswa Indonesia. Namun hingga kini pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo masih belum mengetahui apa alasan pasti terkait penahanan itu.

Setelah mendapat informasi penahanan, KBRI Kairo telah mengirim nota diplomatik pada Kementerian Luar Negeri Mesir, dengan tembusan pada Kementerian Dalam Negeri ... Baca halaman selanjutnya