Pemkab Limapuluh Kota Patungan Untuk Jemput 2 Mahasiswa yang Ditahan di Mesir

"Biaya pemulangan kedua mahasiswa tersebut menelan biaya sekitar Rp12 hingga 20 juta"
Dua Mahasiswa Asal Sumbar yang Saat Ini DItahan di Mesir (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota patungan sukarela untuk menjemput dua mahasiswa asal daerah tersebut yang saat ini ditahan oleh petugas keamanan Mesir.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal mengatakan pihaknya sengaja patungan alias mengumpulkan donasi sosial karena biaya pemulangan kedua mahasiswa tersebut menelan biaya sekitar Rp12 hingga 20 juta.

"Pengumpulan donasi ini juga melibatkan organisasi perantau seperti Gonjong Limo dan PKP Pangkalan. Alhamdulillah sudah terkumpul," katanya pada KLIKPOSITIF.

Selain mengumpulkan donasi, Ferizal mengaku pihaknya terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Mesir terkait pemulangan kedua mahasiswa yang Nurul Islami dan Muhammad Hadi tersebut.

"Sekarang mereka masih dikabarkan, dan besar kemungkinan kalau keduanya akan dideportasi dan untuk biaya pemulangannya akan ditanggung dari uang yang telah kami kumpulkan tersebut," paparnya kemudian.

Untuk diketahui, sebelumnya dikabarkan, dua orang mahasiswa asal Sumbar yang menimba ilmu di Al Azhar Kairo yakni Nurul Islami dan Muhammad Hadi ditahan aparat kepolisian Samanud, Provinsi Ad Daqohliyyah, Mesir, sejak 1 Agustus lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KLIKPOSITIF, mereka ditahan oleh petugas keamanan negara tersebut karena keduanya memasuki area terlarang.

[Ade Suhendra]