Hama Lalat Serang Pemukiman Warga di Surantih Pessel

"Warga menduga serangan lalat itu dipicu buruknya pengelolaan limbah kotoran Ayam Ras"
Koloni lalat yang masuk lem perangkap lalat di Surantih Pessel (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF-- Pemukiman warga di Kampung Pasir Samudera Kenagarian Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat diserang wabah lalat. Warga menduga, serbuan wabah lalat yang mulai muncul setahun belakangan ini, dipicu buruknya pengelolaan limbah kotoran ayam dari kandang Ayam Ras di kampung itu.

Terlihat Sabtu 12 Agustus 2017 siang, di salah satu kedai warga, serangan lalat ini sulit dikendalikan. Bahkan koloni lalat ini hampir menghinggapi setiap wadah makan seperti gelas, piring dan peralatan lain yang terletak di kedai itu.

"Kami bingung untuk mengusir serbuan lalat ini. Lihat saja dikedai saya ini, semuanya diserbu. Tidak terkecuali hidangan makanan dan minuman yang dihidangkan," sebut Dodi (30) pemilik kedai di Kampung Pasir Samudera pada KLIKPOSITIF.

Menurutnya, warga sekitar sudah sering memprotes pengelolanya. Namun kondisi itu tidak mendapat tanggapan serius dan serbuan lalat semakin hari semakin bertambah parah.

"Kami sudah sering mendatangi pemilik dan penjaga kadang Ayam Ras itu. Tapi, kondisinya seperti itu juga, bahkan lalatnya semakin bertambah banyak," jelasnya.

Asril (60) warga setempat juga mengeluhkan hal yang sama, bahkan menurutnya wabah lalat itu sudah mewabah keseluruh pemukiman warga yang berdekatan dengan lokasi pengelolaan ayam itu.

"Kalau dilihat sejauh mana dampak lalat ini, sekitar 60  rumah di radius 150 meter dari lokasi ternak ayam itu terkena semuanya. Tapi, mau bagaimana lagi, pengelolanya seperti acuh saja," terangnya.

Sementara itu, Sinal, penjaga kandang ayam ras saat dihubungi KLIKPOSITIF menyebut pihaknya sudah mengendalikan pengelolaan kadang Ayam Ras tersebut dengan baik.

"Kalau saya sebagai penjaga, sudah melakukan pengorekan kotoran ayam sekali empat hari. Termasuk penyiraman dan penyemprotan lalat ini dua kali sehari," tanggapnya.

Menurutnya, serangan lalat ... Baca halaman selanjutnya